Nila Setitik

Meskipun benar, saya tidak senang dengan pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga. Lawan dari pepatah itu, karena ragi setitik roti mengembang. Ini lebih asik.

Memang benar. Susu sebelanga bisa rusak karena kemasukan nila. Nila itu adalah zat pewarna. Maka susu bisa menjadi biru akibat nila ini. Artinya suatu perbuatan kecil berakibat rusak sesuatu yang besar. Satu tindakan membuat reputasi besar jadi rusak.

Rasanya tidak adil, ya?

Saya lebih senang dengan konsep ragi. Ragi itu semacam benih jamur.  Saat ragi diterapkan pada adonan terigu, maka adonan itu berkembang. Yang terjadi sebenarnya, ragi itu menjadi tumbuh, memproses adonan menjadi besar dan siap dibakar. Gurih dan nikmat. Memberi energi dan kekuatan bagi yang makan. Sehat, lagi.

Jadi, daripada membawa nila, kita perlu membawa ragi. Menjadi ragi. Apapun yang kita temui akan berkembang.  Gurih dan nikmat. Energizing. Healthy.

Apa sih ragi itu dalam kehidupan?

Saya pikir ragi itu adalah ucapan, kata-kata yang hangat dan membangun. Kata-kata yang menginspirasi. Yang membuat orang lain itu seperti adonan terigu yang berkembang sesuai potensi dirinya.

Jadi penting sekali kita memiliki kosa kata yang membangun. Perbendaharaan kata yang menyemangati.

Dan setiap hari kita gunakan pada diri sendiri. Kemudian pada orang lain.


  1. cara bapak menyampaikan hal2 yg sebenarnya saya udah tau (tp belum sy amalkan), selalu inspiratif dan menggugah hati..

    thanks for the reminder pak…

  2. meskipun maksudnya baik, tapi kalau kita memahami apa yang terjadi pada ragi dan roti, saya cenderung tidak setuju.

    karena ragi membuat roti mengembang dengan mengisinya dengan kekosongan. seperti balon, roti besar karena berisi udara. dari luar mengkilap tetapi di dalamnya hampa.

    biar nggak hampa maka kita bisa isi macam-macam, selai, cokelat, keju, daging.😀

  3. Ronin

    Bagaimana kalau ragi dipakai untuk fermentasi anggur ?, bisa jadi arak yang memabukkan.

  4. Harjo

    Saya kira, postingan di blog ini, adalah ragi yang membangun… tks untuk pencerahannya.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: