Naik Jabatan

Jabatan tinggi itu menggiurkan. Tapi jabatan itu jangan dipanjat. Hendaknya kita membesar karena membesarkan orang lain.

Kalau kita memanjat jabatan, maka kita menginjak bawahan kita dan menjilat atasan. Bawahan menjadi batu tumpuan. Atasan menjadi sesembahan.

Padahal jabatan tinggi itu artinya meluasnya tanggungjawab. Membesarnya amanat.

Orang harus meniru puncak gunung.

Puncak gunung itu tadinya ada di bawah, di dataran frendah. Saat bumi bergerak, perlahan puncak gunung itu terdorong ke atas. Semakin tumbuh gunung itu, semakin tinggi puncaknya.

Kalau kita mengndalkan atasan dan menginjak bawahan, maka kita bergantung pada atasan. Kalau atasan lengah, kita ikut terjatuh.

Tapi puncak gunung tidak pernah jatuh. Karena ia ditopang oleh gunung yang kokoh.

Bagaimana orang membangun sebuah gunung? Yaitu dengan mengurusi mereka yang menjadi anak buahnya. Mengurusi mereka yang ada dalam amanatnya. Mengurusi mereka agar mereka bisa berkembang. Bisa mencapai impian mereka. Dan pada saat yang sama mereka menolong anak buah mereka mencapai impian mereka. Sehingga dengan berjalannya waktu semua tumbuh. Dan anda ikut terbawa naik.

Begitu caranya anda menjadi puncak gunung.


  1. andriyan

    wahai para calon pejabat, baca tulisan di atas baik-baik ya !
    🙂

  2. selamat ya pak…

  3. wah.. kok ratingnya ga keliatan ya…
    saya mau rating 5…!!!

  4. agusfis

    dear pak armein, tulisan ini sangat bagus, mohon ijin untuk di share ke sejawat saya semoga mereka bisa intropeksi lagi, thanks




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: