Tiga Tingkat Kehidupan di Dunia

Bentuk biologis (hayati) cuma satu dari tiga macam kehidupan. Dua lainnya adalah bentuk fisika (materi-energi) dan bentuk pikiran (imajinasi).

Bentuk biologis itu ditandai dengan kemampuan memiliki keturunan dari makhluk berbasis karbon. Karbon membentuk protein. Dan protein membentuk sel. Sel ini adalah inti dari makhluk hidup biologis. Sel ini bisa membelah diri menghasilkan keturunan. Itu sebabnya makhluk biologis disebut hidup: sel-selnya bisa memiliki keturunan (membelah diri).

Makhluk hidup yang baru terus tercipta. Ada tumbuhan, hewan, dan manusia.

Tetapi tidak cuma itu.

Ada kehidupan fisik. Kehidupan jenis fisik berarti kemampuan untuk membentuk wujud fisik dari suatu sumber energi. Ini memang tidak mudah di mengerti. Tapi alam semesta ini hidup secara fisik. Ia terus berkembang, meluas bagi dari segi volume maupun dari segi waktu.

Benda-benda langit seperti bintang (matahari) dan planet terus diciptakan. Benda-benda inipun sibuk bertransformasi mengambil bentuk-bentuk baru.

Bumi terus bergerak dan bergolak. Gunung berapi meletus. Kerak bumi bergeser. Badai atmosfir juga menderu-deru. Samudera bergelombang. Sungai mengalir. Hujan turun. Itu tanda ia hidup.

Terakhir, ada hidup yang lain lagi.

Hidup pikiran. Hidup imajinasi.  Ini suatu kehidupan yang ada dalam kesadaran manusia.

Dari pikiran manusia muncul berbagai pengetahuan, ide, pemahaman, dan bahkan penciptaan. Kita menyebutnya karya. Gedung, mobil, pesawat terbang, kapal laut, kapal selam, ponsel, komputer. Ide filsafat, ilmu, karya sastra, seni. Musik, makanan, olahraga, tarian. Senjata, bom, tank, panser.  Buah-buahan, tanaman, ternak. Dan begitu banyak ciptaan sebagai bukti hidupnya pikiran yang diakumulasikan dalam budaya.

Manusia itu ciptaan yang paling istimewa karena manusia menghidupi ketiga-tiganya: hidup fisik, hidup biologis, dan hidup imajinasi.

Dan kita disebut hidup karena kita berkembang. Semesta ini berkembang. Makhluk hidup semakin banyak. Buah imajinasi semakin luas.

Perkembangan ini disebabkan oleh daya dorong kehidupan, yakni (1)  energi (untuk kehidupan fisik), (2) dorongan untuk survive pada generasi berikutnya (untuk kehidupan biologis), dan (3) nilai (values) (untuk kehidupan imajinasi).

Namun perlu dipahami bahwa sebenarnya ada suatu paradoks. Kehidupan menuntut perjuangan dan pengorbanan. Apa maksudnya?

Daya dorong kehidupan fisik itu memenuhi hukum termodinamika. Hukum yang pertama mengatakan bahwa energi itu kekal. Hukum yang kedua mengatakan entropi semesta itu meningkat. Entropi itu artinya tingkat kekacauan dan kehancuran.

Artinya dunia ini sedang menuju kehancuran.

Untuk mencegah kehancuran, diperlukan energi. Tapi karena energi kekal, maka memberi energi di suatu tempat berarti mengambil energi dari tempat lain. Akibatnya, mencegah kekacauan di satu tempat akan mempercepat kehancuran di tempat lain.

Jadi perjuangan itu artinya memberikan energi untuk melawan kehancuran. Pengorbanan artinya akan ada kehancuran yang dipercepat di tempat lain.

Daya dorong biologis memenuhi hukum-hukum evolusi. Survival of the fittest. Artinya makhluk hidup dengan kemampuan untuk survive yang tinggi akan mendominasi proses penghasilan keturunan. Adaptasi. Diperlukan kemampuan untuk mengubah diri, mentransformasi diri menjadi makhluk yang baru (spesies baru) untuk menghadapi situasi yang baru. Diversifikasi. Artinya diperlukan keragaman spesies untuk menghadapi dunia yang penuh ancaman (hostile dan chaos).

Jadi perjuangan itu artinya selalu fit dan mengembangkan keunggulan.  Pengorbanan itu berarti mengubah diri, meninggalkan hal-hal lama yang komfortable. Bahkan bersedia kalah dan mati untuk kelangsungan kehidupan.

Daya dorong imajinasi itu memenuhi hukum-hukum ekonomi, sosial, keadilan, seni dan agama (spiritualitas).  Dan hukum-hukum ini pada dasarnya hukum nilai (values), menurut persepsi manusia. Economical value. Diperlukan kemampuan untuk mendapatkan profit ekonomi. Justice value. Diperlukan kemampuan untuk menegakkan keadilan. Passion value. Diperlukan kemampuan untuk mencintai dan menyukai apa yang kita ciptakan dan lakukan.  Love value. Diperlukan kemampuan untuk mencintai dan dicintai Tuhan dan sesama.

Jadi perjuangan itu berarti berusaha keras untuk mendapatkan nilai ekonomi, keadilan, semangat, dan cinta. Pengorbanan itu berarti siap rugi, siap dihukum, siap tidak mendapatkan prioritas, dan siap berkorban dan bertoleransi.

Bagaimana sistem kehidupan dibentuk? Melalui sistem yang stabil, di mana daya dorong dibuat seimbang, memenuhi hukum-hukum kehidupan tadi. Sistem ini saya sering sebut automaton. Dan sistem ini ditopang oleh perjuangan dan pengorbanan tadi itu.

Memang uraian ini panjang dan perlu waktu untuk dicerna. Tapi saya pikir sangat penting. Melalui pemahaman ini maka kita tahu kita adalah makhluk hidup dalam tiga aspek: fisik, biologis, dan imajinasi. Dan kita tahu hukum-hukum apa yang bekerja dalam kehidupan. Kita akan hidup betulan bila kita menjaga keseimbangan sistem kita dalam ketiga aspek itu.


  1. semangat…salam kenal…

    thanks..

    di tunggu kunjungan baliknya..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: