Pemberani

Seorang pemberani tidak harus galak atau garang. Seorang pemberani itu adalah ia yang berbisik pada dirinya untuk tidak menyerah. Ia yang dengan lembut mengajak hatinya untuk mengulangi lagi esok hari. Mencoba lagi.

Kita pikir seorang pemberani adalah seorang yang bisa berkelahi melawan orang lain. Seorang jagoan yang bisa membuat lawan takluk. Seorang galak yang membuat lawan terdiam. Seorang garang yang menciutkan nyali orang lain.

Padahal pemberani yang seperti itu sebenarnya penakut. Ia takut dianggap rendah orang lain. Ia takut kehilangan citra pemberani. Karena citra itu adalah pandangan orang lain, maka pemberani seperti ini selalu berusaha tampil garang pada orang lain. Ia mengukur keberaniannya pad apa pikiran orang tentangnya.

Padahal pemberani sejati adalah seorang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri. Ia yang menolak untuk menyerah. Ia yang berkata pada dirinya untuk bangkit dari kegagalan. Ia yang berbisik lembut mengajak mengulangi lagi usahanya esok pagi.

Pemberani itu adalah orang yang percaya akan kebaikan hidup. Akan panggilannya. Akan jati dirinya. Akan tempatnya di dunia ini. Akan perannya di hidup ini.

Apa pikiran orang tidak dikuatirkannya. Apa kritikan orang tidaklah mempengaruhinya. Apa celaan orang tidak membuatnya sakit hati. Apa citranya tidak menjadi tujuan yang ia kejar.

Pemberani adalah mereka yang berdamai dengan kegagalan dan kembali esok hari untuk mencoba kembali.


  1. bagus

    Bagus pa, mohon izin share ya pa..:)

  2. Ah! Inspiratif sekali, Pak.

    Terima kasih.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: