Urusan Polisi

Di Jakarta kepolisian sedang heboh dengan berbagai urusan mafia kasus. Tapi di jalanan juga kita berurusan dengan polisi. Ada good news, tapi banyak bad news.

Sabtu tiga minggu lalu, saya dicegat petugas polisi di lampu merah Pasteur Surya Sumantri. Ceritanya saya melakukan u-turn, membalik dari arah bawah Surya Sumantri. Dan ada memang larangan untuk u-turn di situ sepanjang 100 meter. Cuma saya tidak bisa mengukur dengan tepat, 100 meter itu di mana.

Petugasnya cukup ramah sebenarnya. Cuma dia menawarkan apakah akan tilang atau bayar di tempat. Saya sempat bingung sebentar, tapi saya memilih untuk tilang. Memang jadi repot, karena SIM ditahan dan harus ke Pengadilan negeri hari jumat jam 9. Dan saat Jumat itu saya bakal ada di Manado. Jadi Ina yang datang mewakili saya. Di pengadilan negeri, kena denda Rp. 30 ribu.

Wajah sang petugas agak mesem, karena saya memilih tilang. Ina juga ngomel, karena saya dianggap pelit. Bukan begitu, saya pasti ikhlas memberi. Apalagi saya terkenal paling boros dan royal di rumah. Tapi saya pikir pilihan itu menyelamat kan dua orang. Satu, saya sendiri dari upaya menyogok. Dua, petugas itu sendiri dari menerima uang haram.

Jadi saya doakan petugas itu dan keluarganya agar diberkati Tuhan, karena rejeki dariNya itu jauh lebih berguna daripada sogokan saya yang tidak seberapa.

Seminggu kemudian, saya ditangkap polisi lagi. Kali ini di tengah hutan jalan Kawangkoan di selatan Manado. Saya sedang mengantar ayah yang sedang sakit keras ke Lalumpe, dengan mobil pinjaman. SIM saya sedang di tahan di pengadilan negeri Bandung. Jadi saya dianggap mengendarai mobil tanpa SIM. Cuma kan saya mengantongi fotokopi bukti tilang (karena aslinya ada di Ina untuk menebus SIM saya). Jadi saya debat dengan petugas. Dan berhasil.

Tapi polisi tidak mau kalah. Kelengkapan mobil diperiksa, dan ternyata lampu rem mati satu. Jadi saya terkena pelanggaran mengendarai mobil yang tidak layak jalan, dengan ancaman denda Rp 75 ribu. Jadi copy surat tilang dan STNK akan disita untuk ke pengadilan negeri Manado minggu depannya. Saya cuma tertawa, karena minggu depan itu saya ada di Sumba Timur. Dan bakal lucu karena yang di sita itu surat tilang lagi. Masak saya minta diwakilkan ibu saya?

Akhirnya petugas menawarkan jalan keluar bayar di tempat untuk diteruskan ke pengadilan. Beliau menulis bukti tilang dan bukti pembayaran, Rp 75 ribu. Tapi surat bukti bayar tidak diberikan pada saya. Melihat ayah kepayahan di tengah hutan, dan lokasi dipenuhi polisi, saya tidak lagi berdebat. Saya bayar, surat-surat dikembalikan, dan saya melanjutkan perjalanan. Karena tergesa-gesa, pikiran terfokus pada ayah, sambil jengkel karena saya pikir polisi itu bersandiwara, maka sayapun lupa mendoakan petugas ini untuk mendapat rejeki dariNya.

Dua tiga hari belakangan saya sering melihat razia di jalan. Polisi sedang semangat untuk menggakkan peraturan. Saya tentu senang. Bahkan seharusnya kita merasa senang dan damai melihat polisi di mana-mana. Daripada melihat banyak penjahat, mendingan melihat banyak polisi bukan? Cuma penjahat yang takut melihat kerumunan polisi.

Tapi entah mengapa, pada umumnya orang tidak senang. Takut. Malas. Mengapa? Karena kita merasa dijadikan penjahat? Atau karena kita meragukan niat petugas, bukan menegakkan aturan, bukan melindungi masyarakat, tapi sedang mencari nafkah di jalan?

Bayangkan superhero macam Batman, Superman, dan Spiderman sedang sibuk mencegat orang di jalan, seolah-olah mencari penjahat, tapi sebenarnya untuk minta uang. Kacau dan menyedihkan.

Saya kira yang bisa menjawab itu bukan kita, tapi polisi. Yang bisa menegakkan wibawa polisi adalah polisi itu sendiri. Yang bisa membuat polisi dicintai semua adalah polisi itu sendiri. Yang bisa membuat rakyat berjuang agar gaji polisi dinaikkan adalah polisi itu sendiri.

Saya menaruh hormat yang sangat tinggi bagi polisi dan penegak hukum yang mempertaruhkan nyawa untuk melindungi dan melayani masyarakat. Bukan cuma saya, tapi kita semua. Mereka itu superhero yang sebenarnya, lebih dari Batman, Superman, dan Spiderman, digabung.

Saat polisi sepenuhnya kembali ke darma nya, ke tugas nya, ke panggilannya, maka keadaan menjadi baik. Dan tidak perlu lagi ada kasus-kasus heboh, nasional maupun lokal setempat. Tidak ada waktu untuk itu, karena polisi sibuk menjadi pahlawan untuk masyarakatnya.


  1. anugrahkusuma

    Tambah satu isian di item “hobby” di CV pak Armein : ditilang polisi🙂

  2. ya bayar ditempat bagus kok.biar langsung ajah selesai semua masalah.🙂

  3. bayu

    Polisi di Indo ditakuti soalnya suka mengada-ada..

  4. Wah pak Armein bageur banget. Kalau saya sudah saya tulis nama polisi yang terlalu rajin itu di blog🙂 .

  5. скачать программу office 2007, скачать microcoft office 2007, ms office 2007 кряк скачать, microsoft office скачать letitbit

  6. office 2007 недопустимое расположение, скачать microsoft word rus, ключ активации microsoft office 2003, ms office 2007 rus crack

  7. Blorernmill

    скачать программу для захвата изображения, скачать песню эдиты пьехи, скачать новый альбом eminem




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: