Leader

Anda ingin hidup exciting? Jadilah seorang pemimpin. Meskipun tanpa jabatan.

Kita pikir kita bisa happy kalau banyak konsumsi. Banyak makan. Banyak harta. Banyak istri. Powerful dan berkuasa, ditakuti semua orang.

Padahal itu semua dikejar makhluk-makhluk di hutan, di langit, atau di laut. Seperti serigala. Singa. Elang. Hiu.

Jadi kalau kita mengejar semua itu, kita akan menjadi super animal. Super, memang. Tapi animal.

Tapi pada ekstrim yang lain, ada orang yang memilih untuk hidup minimalis. Itu baik, kalau minimalis dalam hal-hal yang animalistik. Tapi minimalis dalam segala hal itu buruk. Karena itu berarti kita tidak berkarya. Tidak melayani. Tidak pedulian.

Jadi harus bagaimana dong?

Menurut saya kita semua harus menjadi pemimpin. Menjalani hidup secara heroik. Itu baru exciting.

Menjadi pemimpin itu bisa saja dengan jabatan dan titel yang jelas. Jadi presiden, gubernur, CEO, misalnya.

Tapi tidak harus.

Kita harus menjadi pemimpin meskipun tidak punya jabatan. Karena pemimpin itu bukan diukur dari titel jabatan. Tapi diukur dari seberapa banyak yang kita layani. Seberapa besar perubahan yang kita lakukan di dunia ini.

Dan ini semua menuntut pengorbanan fisik, mental, talenta, dan harta. Habis-habisan.

Betapa menyedihkan saat hidup kita berakhir, saat kita hendak dipanggil Tuhan, dan kita menyadari bahwa seharusnya kita bisa memperbaiki dunia ini menjadi lebih baik. Tapi karena kita menolak tugas, karena kita terlalu takut, maka itu tidak kita lakukan. Dan kita mati dalam hidup yang sia-sia.

Tubuh kita dimakamkan begitu mulus. Bersinar penuh potensi. Penuh bakat. Tapi sia-sia, karena tidak dipernah gunakan. Karena kita cari aman.

Tapi bayangkan di hari terakhir, saat kita hendak menghadapNya, kita sudah habis habisan. Semua kekuatan kita sudah habis. Semua talenta kita sudah habis. Semua harta kita sudah habis. Potensi kita sudah habis. Dihabiskan, bukan untuk memuaskan hawa nafsu, tapi untuk memperbaiki dunia ini.

Semua habis terpakai. Babak belur, lecet sana-sini. Seperti bensin dalam tangki, yang menetes dengan tetesan terakhir.

Betapa puasnya kita.

Advertisements

  1. Pengabdian memang tidak ditentukan oleh jabatan , pak…

  2. Tulisan yg luar biasa Pak …




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: