Roti Dari Batu, Anggur Dari Air

Bisakah anda membuat mujizat? Mengubah batu menjadi roti? Mengubah air menjadi anggur?

Sebenarnya mujizat seperti itu sudah terjadi. Orang sudah mampu mengubah batu menjadi roti. Air menjadi anggur. Mungkin tidak langsung, tapi bisa.

Saya tinggal di Jalan Gunung Batu. Daerah itu dinamakan begitu karena dulu di situ ada gunung batu. Orang menambang batu untuk di jual. Pemilik penggilingan batu itu kaya raya. Dan dia kemudian bisa membeli roti. Batu jadi roti.

Lebih canggih sedikit. Batu dan pasir mengandung silikon. Orang kemudian belajar mengekstrak silikon, un tuk dijadikan chip komputer. Chip ini laku di jual mahal. Dan uangnya bisa digunakan beli roti.

Demikian juga, dengan air anda bisa mengemasnya menjadi air minral model Aqua. Kemduian anda jual. Uangnya pakai beli anggur.

Jadi manusia punya berbagai ilmu untuk mengubah hal yang tidak berguna menjadi berguna. Batu jadi roti. air jadi anggur. Semua menggnakan ilmu, seperti ilmu ekonomi.

Tidak heran semua orang berlomba mempelajari ilmu dan teknologi. Ilmu ekonomi. Ilmu manajemen. Karena dengan berbekal ilmu-ilmu ini, orang bisa menghasilkan apa yang mereka butuhkan. Makanan. Pakaian. Mobil. Rumah.

Tetapi sebenarnya manusia tidak hidup dari roti saja. Manusia tidak hidup dari anggur saja. Karena roti dan anggur adalah apa yang kita konsumsi. Itu kebutuhan fisik. Kalau kita hanya menghabiskan waktu untuk mengbah batu menjadi roti atau air menjadi anggur maka kita belum dikatakan hidup.

Hidup itu tentang excitement. Hidup itu tentang ilham dan inspirasi. Tentang kreativitas. Tentang berjuang. Tentang ketabahan. Tentang kebahagiaan. Tentang mencintai dan dicintai. Saat kita berkembang, merdeka, bebas dari rasa takut, barulah kita hidup.

Berarti hidup membutuhkan bukan saja roti dan anggur, tetapi juga inspirasi. Butuh ide baru. Butuh keinginan untuk berkembang. Butuh semangat. Butuh spirit. Kata-kata dorongan.

Dan semua itu datang dariNya. Ia membisikkan pesan-pesan, inspirasi, ide, petunjuk, saran, tuntunan, bimbingan, semangat, dan kata-kata lembut yang menghibur. Kita hidup oleh FirmanNya.

Jadi, jangan hanya menekuni ilmu untuk mengubah batu jadi roti, air jadi anggur. Itu memang penting dan sangat menggoda kita. Kita cenderung menghabiskan waktu untuk mengejar ilmu seperti itu. Tapi penting sekali menghabiskan waktu untuk menekuni ilmu yang menghidupkan. Menekuni cara mendengar petunjukNya. InspirasiNya. Yang Ia berikan untuk hidup kita.

Carilah hal-hal yang membuat kita benar-benar hidup. Carilah ilmu untuk menghidupkan orang lain…


  1. Air menjadi anggur … ini mujizat pertama dan terbesar loh …




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: