Inovasi Belajar Dengan Digital Learning

Apa sih indikator keberhasilan suatu digital learning?

Tadi saya ditanya mahasiswa apakah digital learning itu bisa berhasil. Saya jawab, bisa ya bisa tidak. Tapi tentu bergantung dari apa definisi kita tentang keberhasilan digital learning.

Saya pikir ujungnya ada tiga indikator.

  1. Apakah peserta didik bisa sukses dalam ujian? Saya pernah menyelenggarakan pengajaran jarak jauh selama satu semester. Mahasiswa kelas jauh senang mengikutinya. Masalahnya cuma satu. Saat ujian, tidak ada yang lulus. Buat saya, ini sebuah kegagalan.
  2. Apakah peserta didik bisa mencapai maksud dari program studi ini. Ini memang terkait dengan indikator pertama, tapi lebih luas. Maksudnya, apakah teknologi informasi sanggup mendidik orang menjadi insinyur, ilmuwan, dokter, arsitek, petani, pebisnis, seniman yang berhasil? Apakah platform digital mampu membuat mereka menjadi sosok-sosok tersebut?
  3. Apakah peserta didik bisa memperoleh pengalaman belajar yang istimewa dan menyenangkan? Belajar lebih efektif dan cepat, misalnya. Jangan-jangan dengan menggunakan teknologi informasi, anak didik jadi kerepotan. Saat mau ujian online, listrik mati misalnya. Bisa nangis tuh.

Jadi digital learning itu bukan soal teknologi, tapi soal keberhasilan anak didik mencapai maksud dari pendidikan. Inovasi belajar melalui platform digital mesti bisa menjawab ketiga tantangan dan indikator tadi itu.


  1. saya kenal bbrp orang,yg notabene bukan org IT, yang belajar online busines dari nol(adsense,amazon,paypal,dsb). Tentusaja sarana dan media belajarnya digital semua.byk dari mereka kini sudah berpenghasilan ribuan dolar

  2. dan yang lebih penting lagi, bagaimana cara kita menggunakan perangkat digital tersebut.

    Menurut saya, metoda yang paling bagus bukanlah benar-benar mengajar kelas jarak jauh. Melainkan, kelas seperti biasa. Karena, tatap muka dengan dosen menurut saya penting. Komuikasi bisa berjalan secara visual, audible, dan kinestetik (hal ini kurang optimal dalam kelas jarak jauh).

    Nah, yang digitalnya berperan di sini: Setiap meja siswa ada komputer nya. Salah satu contoh kelas nya adalah kelas teman saya: http://coffeeoriental.wordpress.com/2010/02/12/new-wave-e-learning/




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: