Orang Sakit adalah Hero

Why me? Demikian keluhan kita yang terpukul karena mengalami vonis sakit parah. Mengapa seseorang bisa terkena penyakit berat? Ini semua bagian dari perjalanan evolusi manusia. Dan orang sakit adalah pahlawan, hero.

Kalau kita mengeluh dan marah karena sakit, coba bayangkan apa yang dialami orang lain. Ada atlit bola basket ternama yang dipanggil dokter bahwa ia terkena HIV. Ada atlit ice skating yang terkena kanker otak. Ada artis komedi yang terkena kanker rahim. Ada talkshow host yang terkena multiple sclerosis.

Semua terhenyak dan bertanya, mengapa ini bisa terjadi pada hidupnya. Ini tidak adil, jerit mereka.

Tapi mereka survive. Tidak sembuh, tapi survive. Dan hidup berusaha menolong orang lain.

Seperti yang saya pernah bilang, sebenarnya adalah mujizat kita bisa selamat sampai hari ini. Dalam dunia yang begitu keras, begitu berbahaya, begitu banyak ancaman, kita ternyata bisa bertahan hidup dan berkembang. Manusia, tepatnya Homo sapiens, berhasil beradaptasi beratus ribu tahun. Dan kalau dihitung dari asal kehidupan di bumi, dari prokariot satu sel, kita itu sudah bertahan selama 3.5 miliar tahun. Padahal bumi ini sebenarnya sangat kejam, mulai dari lingkungan fisik, zat kimia, predator, sampai pada kuman-kuman dan virus-virus.

Bagaimana kita bisa berhasil tiba di abad 21? Karena kita beradaptasi. Setiap ada gangguan baru, ancaman baru, umat manusia bereaksi, mencari jalan keluar. Mencari cara untuk mengatasi. Mencari cara untuk beradaptasi.

Nah sakit itu adalah sinyal dari gangguan baru. Sakit itu adalah sinyal ancaman. Dengan merasa sakit, kita tidak bisa tidak harus do something. Tidak bisa mengabaikannya. Karena itu adalah mekanisme evolusi, memberitahukan pada kita untuk beradaptasi. Harus berubah. Harus segera mencari penangkal. Tidak bisa hidup menurut kebiasaan yang ada, yang telah membuat kita sakit itu.

Jadi semua perasaan yang tidak enak itu adalah sinyal bahwa tubuh kita sedang berjuang mencari jalan keluar dari masalah. Demam itu tanda darah putih dan antibodi sedang belajar untuk mengalahkan musuh yang baru dikenalnya. Saat kita berjuang dan berhasil mengalahkan penyakit itu, maka kita bisa mereplikasi obatnya, caranya, untuk orang lain. Sehingga Homo sapiens selamat.

Jadi bila ada satu orang sakit, apalagi itu diri kita atau kekasih kita, kita harus berusaha menyembuhkannya. Karena itu sebenarnya serangan bagi kita semua. Serangan bagi Homo sapiens. Sinyal bagi kita semua. Maka dana riset harus dikerahkan untuk mencari obatnya. Kita harus belajar mengembangkan imunitas. Kita harus belajar gaya hidup yang baru.

Saat kita survive, atau lebih lagi saat kita sembuh, maka kita harus mengajarkannya pada orang lain cara kita mengatasinya.

Jadi kita yang sakit itu adalah hero, pahlawan. Yang sedang berjuang untuk mengatasi permasalahan hidup. Mencari jalan keluar dari ancaman kelangsungan hidup kita. Bila muncul virus baru, atau gangguan baru, tubuh kita dijadikan laboratorium, atau bahkan medan perang, bagi kehidupan untuk mencari serum, antibodi, cara beradaptasi. Kalau kita selamat, maka anak-cucu kita akan imun terhadap gangguan itu. Melalui begitu banyak korban, manusia bisa mengatasi berbagai wabah penyakit.

Dan bukan hanya itu. Saya banyak belajar dari mereka yang sakit parah, namun bisa mengatasi depresi dan tetap memancarkan kebahagiaan. Mereka yang kesakitan, dan ketakutan, tapi mampu menemukan kebahagiaan yang sebenarnya, yang tidak ditentukan oleh kondisi fisik mereka. Mereka yang mampu menjadi manusia yang lebih baik, better person, meskipun setiap hari didera penderitaan kesakitan. Mereka yang sanggup berkata bahwa penyakit itu telah membuat mereka menjadi lebih baik, damai dan bahagia. Mereka yang sanggup melihat cahaya benderang masa depan, peluang yang terbuka, karena sakit yang permanen.

Mereka mampu menuntun kita melihat apa sebenarnya yang paling penting dalam hidup ini. Dan untuk mencapai itu mereka harus sangat menderita.

Itulah pahlawan yang sesungguhnya. Real hero.


  1. duh pak, kata-katanya benar-benar menyihir saya. penuh dengan kekuatan. btw, inspirasi nulis ini dari mana pak?

  2. Tidak semua sakit menjadi lab/medan perang bagi sistem imun. Ada sakit yang tidak jelas penyebabnya, ada sakit yang timbul dari kecelakaan, ada yang diakibatkan kegagalan fungsi salah satu organ penting, ada pula yang merupakan kiriman dukun santet. Artinya, tidak semua orang sakit layak disebut hero.

    BTW, ketika dokter peneliti pertama avian influenza meninggal dunia karena penelitiannya, rekan sejawatnya justru bergembira. Katanya karena dengan begitu, virus hebat yang belum ada obatnya saat itu tidak akan bisa menular ke orang lain. Virusnya terkubur bersama jasad sang dokter. Dokter ini juga hero bagi spesies manusia, walaupun dirinya sendiri tidak berhasil mengembangkan antibodi untuk virus yang menyerangnya.

    • tapi orang-orang yang sakit karena kesalahannya sendiri (kecelakaan, kecerobohan, bahkan disantet), bisa berbalik dan bertobat dan memilih menjadi pahlawan.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: