Korupsi dan Bank Century

Apakah heboh-heboh Bank Century sudah selesai? Yang jelas korupsi itu punya pengertian luas. Mulai dari memperkaya diri, melakukan kebijakan publik yang menguntungkan diri sendiri, sampai pada menggunakan proses atas nama rakyat untuk keuntungan politik. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari peristiwa Bank Century. Terutama tentang korupsi.

Pertama, jelas sekali pemilik dan pengelola Bank Century melakukan korupsi. Mereka mengambil uang nasabah dan mencurinya lewat mekanisme investasi bodong. Mereka menipu nasabah dengan bunga tinggi, kemudian produk finansial yang ditawarkannya ternyata bohong. Cuma kertas.

Kedua, ada dugaan bahwa uang Rp 6.7 triliun uang untuk memodalkan kembali Bank Century disalah gunakan. Ada tuduhan bahwa uang tersebut digunakan untuk mendanai kampanye. Meskipun tidak ada yang mampu memberikan bukti, tidak jelasnya ke mana uang sebesar itu menimbulkan kecurigaan. KPK sedang menyelidiki hal ini. Kalau ada kebijakan publik yang ternyata dimaksudkan untuk kepentingan partai atau diri sendiri itu korupsi.

Ketiga, proses politik di Pansus DPR sepertinya hendak menyelidiki apakah terjadi pelanggaran kepentingan rakyat. Namun heran, di ujung kerja Pansus ini tiba-tiba semua seperti selesai. Jadi apa yang terjadi selama berbulan-bulan itu terlihat sebenarnya adalah usaha untuk mendapatkan keuntungan politik. Uang yang banyak, waktu yang banyak, energi yang banyak untuk kerja Pansus itu semua ternyata tidak menguntungkan rakyat, tapi untuk power struggle. Kalau benar, inipun menurut saya korupsi. Karena menipu rakyat.

Dalam definisi saya, korupsi itu adalah perbuatan menipu yang mengurangi esensi dari suatu tugas mulia untuk kepentingan diri. Jadi, kita yang melakukan layanan publik tapi mengutamakan golongan atau pihak sendiri adalah korupsi. Kita yang nyontek di ujian adalah korupsi. Kita yang melakukan tugas kita secara minimalis adalah korupsi.

Jaman sekarang mungkin terasa aneh bahwa kita diminta untuk tidak memperjuangkan diri sendiri. Tapi itu esensi dari layanan publik. Itu esensi dari tugas negara. Di luar itu, ya korupsi.


  1. Saya baru nonton salah satu dari banyak video rapat paripurna DPR untuk masalah Bank Century.

    Saya benar-benar tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan DPR yang aneh :lol:. Misalnya, bersiul atau menyoraki saat laporan dibacakan.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: