Hidup Sehat

Hidup sehat itu dimulai dengan attitude. Sikap. Kemudian diikuti dengan tekad untuk mengerahkan semua kekuatan kehendak untuk pulih. Dan diiringi oleh pengertian yang benar tentang realitas kehidupan.

Saya dulu mengira sakit itu akibat pengaruh kuman. Atau keracunan. Atau luka kecelakaan. Kemudian obatnya adalah tablet, pil, atau suntikan. Kalau belum berhasil, opname atau operasi.

Sampai suatu hari saya menyadari ada kesalahan besar dalam cara pandang seperti ini.

Penyakit masa kini adalah penyakit jantung, kanker, stroke, asam urat, pusing, sakit kepala, vertigo. Dan dari semua itu nyaris tidak ada yang disebabkan oleh kuman.

Kemudian ternyata yang namanya kuman dan bakteri itu bejibun hidup dalam tubuh kita. Virus dan kuman itu ada di mana-mana, dan tidak mungkin kita hindari. Mereka itu bagian dari hidup kita. Tanpa mereka, kita bisa celaka.

Tidak cuma itu. Yang namanya racun ternyata ada di semua makanan. Kolesterol, trigliserida, asam urat, lemak, karbohidrat, gula. Semua itu disebut pembunuh manusia terbesar. Tapi kita memakannya setiap hari dari jaman purba.

Kemudian kita pikir oksigen itu sehat. Ternyata tidak begitu. Oksigen itu bisa beracun bagi banyak makhluk hidup. Terutama bakteri anaerobik. Organ tubuh kita tertutup karena harus dilindungi dari oksigen yang berlebihan. Cuma paru-paru yang tahan terhadap oksigen. Organ lain belum tentu.

Kalaupun kita selamat dari semua itu, ada gempa bumi, ada banjir, ada angin puyuh dan tornado, ada gempuran meteor yang siap melukai kita secara mematikan. Setiap saat tanpa diduga.

Mengapa saya menceritakan semua ini?

Agar kita mengerti betapa hidup kita ini adalah keajaiban. Bahwa hidup saya dan anda itu mujizat. Ada begitu banyak hal di muka bumi ini yang bisa membunuh kita. Toh kita masih ada, dan bisa buka komputer untuk baca tulisan saya ini. Berarti ada sesuatu yang maha dahsyat yang terus berjuang agar kita hidup.

Dan kita harus mengandalkan keajaiban itu untuk tetap hidup sehat. Kita harus mengandalkan mujizat itu untuk sembuh. Kita harus memanfaatkan sesuatu yang dahsyat itu untuk pulih.

Kemajuan ilmu kedokteran sungguh luar biasa. Tapi para dokter sering tidak berdaya. Kemajuan ilmu farmasi menakjubkan. Tapi obat-obatan sering tidak menyembuhkan. Terutama apabila kita tidak menyadari apa hakekat tubuh kita. Apa hubungannya dengan kehidupan. Betapa eratnya kekuatan mental kita dengan kesehatan tubuh kita.

Saya mendengar banyak kisah yang saya anggap mujizat. Bertahun lalu, saudara ipar saya didiagnosa kanker, dan keluarga nya semua berdoa dengan keras. Dan ia sembuh sampai hari ini. Dokter heran karena pengobatan belum dimulai. Ada kisah lain yang saya baca, saat dokter sudah angkat tangan, ia berjuang menyembuhkan tubuhnya dengan perasaan positif. Ia memaksa pikirannya untuk selalu berpikir positif dan penuh humor. Pengunjung yang besuk dilarang membawa berita yang negatif. Selalu memberikan hal-hal yang menyenangkan dan mengundang tawa. Beberapa bulan kemudian dia sembuh.

Menurut saya semua itu terjadi karena kekuatan kehidupan itu kita ijinkan bekerja dalam diri kita. Kita meletakkan diri kita dalam perjalanan kehidupan, sejak dunia diciptakan sampai nanti akhir dari alam semesta. Kita adalah bagian dari perjalanan ini. Sehingga kekuatan kehidupan itu yang meluruskan lagi, menselaraskan lagi, fungsi-fungsi dalam tubuh kita. Sehinggal tubuh kita normal kembali.

Saya menganggap perlu menyampaikan hal ini karena saya melihat begitu banyak orang ditekan oleh realitas kehidupan hari ini. Orang terjebak dalam begitu banyak masalah. Di kantor. Di jalan. Di lapangan. Di rumah. Dan beban ini begitu menghimpit, sehingga tubuh kita ditekan ketegangan, stress, kekecewaan, kemarahan, kesedihan. Semua energi negatif.

Dan masalah itu terasa berat sekali, membutakan kita. Sehingga kita merasa masalah kita itu permanen, akan berlangsung selama-lamanya. Dan masalah kita itu meluas menjangkau seluruh aspek kehidupan kita. Terlebih masalah itu menjadi personal, seakan-akan pribadi kita tidak beres, tidak becus, bersalah, tidak mampu, kalah dari orang lain.

Akibatnya sudah jelas: semua penyakit modern yang saya singgung tadi.

Maka kita perlu meletakkan masalah kita dalam konteks kehidupan tadi itu. Betapa masalah kita itu tidak ada artinya dalam kebesaran kehidupan ini. Betapa problem kita itu tidak ada artinya dalam sejarah kehidupan semesta ini selama belasan milyar tahun. Betapa keajaiban yang sudah menghadirkan kita di hari ini jauh lebih powerful ketimbang masalah kita itu. Harapan saya, anda mau menyadari betapa kecilnya masalah itu dibanding mujizat kehidupan.

Dokter mendefinisikan tubuh sehat sebagai berfungsinya organ-organ tubuh kita dengan normal. Saya mau melangkah lebih lanjut. Hidup sehat adalah hidup yang kembali ke jalan kehidupan, berkembang sebagaimana berkembangnya alam semesta ini. Hidup yang siap menghadapi semua potensi yang mematikan, mulai dari kuman, racun makanan, luka, sampai pada ancaman bencana alam, namun tetap tenang dan excited, karena menyadari betapa kita adalah makhluk yang paling memiliki keajaiban, mujizat, dan kedahsyatan kehidupan. Nenek moyang kita selama di bumi ini sudah mengalami begitu banyak bencana dahsyat di masa lalu, dan mereka berhasil beradaptasi. Jadi masalah kita hari ini?  Itu keciiil… sungguh!

Jadi kalau hari ini anda sakit, anda harus berjuang supaya sembuh. Anda perlu minta pertolongan dokter. Tapi anda perlu bertekad untuk hidup sehat. Anda percaya bahwa Ia yang sudah memberikan anda kehidupan sebenarnya sudah memperlengkapi anda dengan mekanisme untuk sembuh, built-in dalam diri anda. Anda berjuang agar hati anda diisi oleh perasaan yang positif, dan menjauhkan hati anda dari perasaan negatif. Dan anda bertekad mulai hari ini untuk benar-benar hidup. Excited dengan kehidupan. Bersyukur dan menikmati setiap hal yang diberi kehidupan setiap hari.

Kegembiraan kehidupanlah yang akan menyembuhkan anda. Karena hati yang gembira adalah obat.


  1. Dhany

    Benar sekali pak… mau diobati seperti apapun.. kalau memang tidak ada semangat untuk sembuh, pasti tidak akan sembuh…

  2. Budi

    Terima Kasih banyak buat tulisannya. Sungguh, saya akan selalu mengingat kesimpulan ini,
    “Kegembiraan kehidupanlah yang akan menyembuhkan anda. Karena hati yang gembira adalah obat.”

    Pak, saya tunggu tulisannya (pendapat Bapak) tentang bagaimana sebagian besar (hampir semuanya malah!) cara dokter-dokter di indonesia menangani para pasiennya, baik yang dirawat inap maupun dirawat jalan. Duhhh menyedihkan.

  3. flow

    terimakasih, sangat menginspirasi!!!

  4. flowing

    terimakasih pak, sangat menginspirasi!!!

  5. Betul pak. Pada intinya, hidup sehat itu adalah hasil dari totalitas pola hidup sehat secara jasmani (makan sehat, istirahat cukup, olahraga cukup), jiwa (senang, bahagia, sukacita, melepaskan dendam atau kepahitan), dan rohani (beribadah dan mendekatkan diri kepadaNya).

    Kalau salah satu saja tidak beres, akibatnya ya..sakit😀

  6. terima kasih info yang bermanfaat ini. saya ijin print. salam kenal

  7. Reinhard johnpeter

    terimakasih pak,
    sangat
    menginspirasi!!!

  8. Reinhard johnpeter

    makasih buat tips hidup sehat. kesehatan harus didukung semangat hidup.

  9. salam kenal.

    sepakat pak, saya belajar bahwa salah satu faktor resiko terbesar yg membuat kita jd sakit ternyata adalah stress berkepanjangan.

    saat memasuki musim ujian bagi mahasiswa, deadline pekerjaan, dsb. banyak dari kita yg tumbang(termasuk saya, hehe)
    makasih artikelnya.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: