Debat

Debat itu sungguh berguna untuk mendapatkan jalan terbaik. Tapi argumentasi terkuat didukung oleh perbuatan.
Debat terjadi di mana-mana. Tujuan utamanya adalah mencari pandangan terbaik. Tetapi orang sering mengkaitkan kebanggaan (pride) pada pendapatnya. Akibatnya debat berubah menjadi pertengkaran, karena masing-masing mempertahankan pride-nya itu.
Saya tidak masalah dengan berbagai pendapat berbeda. Orang memang bebas berpendapat. Tapi saya selalu mengalami kesulitan bila pendapat yang dilontarkan itu tidak sesuai dengan apa yang diyakininya. Seringkali pendapatnya hanya berlaku untuk orang lain. Tidak untuk diri sendiri. Ia mengusulkan suatu langkah-langkah tindak lanjut, tapi untuk orang lain, bukan dirinya. Saya bisa saja berpendapat: “Kita harus fleksibel…”, tapi saya sendiri ngotot, kaku, dan tidak fleksibel. Ini sulit.
Atau kita sangat percaya akan sesuatu, tapi kita belum pernah melakukannya. Misalnya, “Dosen harus menulis paper di jurnal internasional,” kata saya. Tapi saya sendiri tidak menulis paper seperti itu. Atau, “Dosen ITB harus belajar mendirikan perusahaan entrepeneurial,” tapi saya sendiri tidak mau mendirikan perusahaan.
Saya pikir akan lebih powerful kalau kita bukan berdebat mana yang benar dan mana yang salah, tapi mendesain solusi.
Apa maksudnya?
Seringkali persoalan kita itu memiliki berbagai aspek, sisi, sudut pandang, dan kepentingan. Misalnya pendidikan sarjana di ITB itu harus berkualitas istimewa, tepat waktu, bisa diikuti dengan baik oleh semua mahasiswa, mudah diselenggarakan oleh dosen, menghemat sumber daya dan berbiaya terjangkau. Kita bisa berdebat berkepanjangan karena semua syarat itu sebenarnya saling bertentangan. Jadi orang dengan sudut pandang kualitas akan bertentangan dengan orang yang bersudut pandang keterjangkauan biaya. Mana yang benar? Semua benar, minimal benar sebagian.
Untuk itu, kita bukan membutuhkan debat, tapi membutuhkan desain. Membutuhkan inovasi. Melalui proses inovasi dan desain ini, kita membuat solusi yang valid. Bukan benar, tapi valid. Valid itu artinya memenuhi batas-batas toleransi dari semua syarat. Apalagi bisa solusi yang valid ini sudah dicoba dan diverifikasi. Maka solusi ini bisa di bawa dalam perdebatan secara powerful.
Jadi, daripada anda sibuk mencari berbagai ide untuk beragumentasi tentang sesuatu, jauh lebih baik anda berusaha menjadi teladan atau berusaha mewujudkan solusi yang valid. Dan dukunglah pendapat anda itu dengan contoh perbuatan anda, karya anda. Niscaya pendapat anda itu akan menang.

  1. apabila argumen mu lemah, maka keraskan lah suaramu.

    Apabila perbuatan anda kurang, maka keraskanlah debatmu😆

  2. saya setuju sekali dengan tulisan bapak!🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: