Bencana

Gempa besar baru saja terjadi di Chili. Bencana adalah fakta kehidupan yang tidak bisa kita hindari. Kita memerlukan makna dari bencana.

Bumi kita ini selalu bergerak. Perubahan sedikit saja di permukaan bumi menimbulkan gempa tektonik. Akibatnya sangat destruktif.

Cuaca juga demikian. Perubahan sedikit saja pada distribusi energi menghasilkan perubahan suhu, gerak angin, dan cuaca. Hujan keras datang beruntun mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Akibatnya tidak kalah destruktif.

Jadi kita harus bagaimana?

Dengan membaca sejarah bumi, maka kita akan tahu betapa banyak sekali perubahan dahsyat yang pernah terjadi di bumi ini. Letusan danau Toba, letusan gunung Tambora, letusan Krakatau ikut memberikan kontribusi Indonesia pada peristiwa bencana. Belum lagi jatuhnya meteor besar yang memunahkan dinosurus. Tibanya ice age, jaman es, di mana begitu banyak makhluk yang tewas akibat bumi tertutup es.

Semua itu bisa dianggap bencana dalam skala raksasa. Tapi sebenarnya necessary conditions untuk munculnya makhluk manusia. Tanpa bencana-bencana seperti itu, species manusia mungkin tidak akan muncul. Makhluk seperti dinasourus yang akan mendominasi bumi, dan kita akan tersisih dalam evolusi, mungkin masih seperti tikus yang hidup di lubang tanah.

Dengan kata lain, melalui berbagai peristiwa bencana besar itu, makhluk hidup berevolusi jutaan tahun sehingga terjadilah species Homo sapiens. Kita ini.

Dan kita adalah bukti daya tahan dan daya adaptasi kehidupan dalam menghadapi bencana. Kita adalah makhluk yang berhasil menembus abad ke 21 meskipun terjadi begitu banyak bencana yang maha dahsyat, di mana 99% species yang pernah ada sudah punah.

Jadi satu kesimpulan saya. Bencana diijinkan Tuhan terjadi untuk memuliakan manusia. Untuk membentuknya agar mampu menghadapi berbagai kesulitan. Untuk mampu menjelajahi kehidupan, menjelajahi alam semesta, yang kondisi alamnya tidak selalu ramah dan cocok.

Tuhan tidak memberikan dunia yang selalu aman, damai, dan tenang. Tapi Tuhan memberikan pada kita kemampuan beradaptasi, kemampuan menyesuaikan diri, kemampuan untuk mengatasi akibat bencana, sehingga kita bisa memiliki ketenangan dan kedamaian jiwa di tengah-tengah hiruk pikuk masalah dan bencana hidup.

Kita sedang dilatih untuk memiliki sukacita dan kedamaian hati di tengah-tengah badai dan bencana kehidupan. Kita sedang dilatih untuk memiliki hati yang saling mendoakan, hati yang saling menolong, hati yang saling membantu dalam menghadapi akibat bencana. Kita sedang dilatih kecerdasan untuk membangun lingkungan yang lebih tahan terhadap bencana alam. Kita diberi hikmat untuk menjaga keutuhan lingkungan dan mencegah kerusakan alam akibat perbuatan kita.

Itulah sepercik makna dari bencana.

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: