Platform

Mengapa tukang becak miskin terus? Karena untuk jadi kaya, dia harus menarik sebanyak mungkin penumpang dengan becaknya. Padahal kakinya cuma dua, dan waktunya cuma 24 jam sehari. Dia butuh apa yang saya sebut platform

Coba kita hitung nasib tukang becak ini. Seandainya setiap penumpang rata-rata membayar Rp 5.000 dan butuh waktu 30 menit untuk melayani setiap penumpang, maka uang yang diterima per jam adalah Rp. 10.000. Kalau kerja selama 24 jam sehari, dapatnya Rp 240.000 sehari. Dalam sebulan, maksimal Rp. 7.2 juta. Itu batas atas, untuk kasus yang tidak mungkin: penumpang ada terus, dan tukang becak tidak pernah tidur dan makan. Bayangkan profesi apaan, yang batas atas gaji itu cuma segitu.

Sama saja dengan kuli tukang angkat batu atau pasir. Ini lebih parah lagi. Patokannya maksimal Rp. 50.000 sehari, karena ia buruh harian. Jadi nasibnya lebih buruk dari tukang becak tadi.

You see, banyak pekerjaan itu seperti itu. Pemasukan kita merupakan fungsi dari usaha. Memang, semakin keras usaha kita, semakin banyak pemasukan. Tapi sayangnya ada batas maksimal dari usaha kita itu. Minimal batasan waktu (24 jam sehari) dan batasan fisik (kaki cuma dua, badan cuma satu).

Gimana dong?

Saya mengusulkan ide platform. Konsep sistem. Mesin uang. Wealth generator.

Anda perlu punya sistem. Anda perlu membangun sistem. Entitas. Yang bekerja menghasilkan uang untuk anda.

Saya ambil contoh sederhana: Bandar becak. Kalau tukang becak ini mau kerja ekstra, maka tenaga dan usahanya itu perlu ia tuangkan bukan membecak, tapi membangun sistem bandar becak. Becaknya ia sewakan pada tukang becak yang lain, dengan sistem setoran. Dan uang hasil setoran itu ia sisihkan untk membeli becak baru. Dengan demikian ia punya sistem yang menghasilkan uang. Ini tidak lagi dibatasi oleh usaha dia. Tidak dibatasi oleh waktu yang 24 jam dan kakinya yang cuma dua itu.

Atau tukang batu dan tukang pasir punya kereta dorong. Kereta ini adalah platform untuk dia mengangkat batu atau pasirnya. Sukur-sukur dia bisa membeli colt, dan nanti truk, untuk jualan pasir dan batu. Bahkan bisa berkembang dengan mengangkat sayur mayur, produk toko, bahkan ternak sapi. Kereta dorong, colt, dan truk ini adalah platform. Di atas platform ini ia menghasilkan nilai yang tidak dibatasi oleh tangannya yang cuma dua, kakinya yang cuma dua, atau badannya yang cuma satu.

Dalam menghadapi tugas apapun, belajarlah membuat platform. Sistem. Alat bantu. Mesin. Yang perlahan mengambil alih tugas kita itu, membeaskan kita dari keterbatasan fisik maupun waktu.

Dan platform ini tidak hanya tentang benda mati. Platform masa kini itu termasuk organisasi manusia. Bahasa kerennya product-service systems (PSS). Kita perancang sistem, platform, yang terdiri dari manusia beserta alat bantunya, seperti komputer dan Internet.

Jangan anda mau mengambil jabatan yang susah, misalnya jadi presiden, CEO, ketua yayasan atau rektor, tanpa anda punya platform. Karena nanti semua beban organisasi harus anda pikul dengan gaya tukang becak dan tukang batu itu. Yang tangannya cuma dua dan kakinya cuma dua. Ambruklah anda, dan masuk rumah sakit dengan diagnosa stress dan sakit jantung. Anda harus punya platform, PSS, untuk tugas anda itu.

Pernahkah anda, dalam tugas anda, merasa kewalahan karena tangan cuma dua, kaki cuma dua, tubuh cuma satu? Merasa asik dengan peluang yang terbuka, pelanggan yang tambah banyak, proyek yang beruntun datang, dan anda merasa sendainya anda bisa menduplikasi diri anda untuk melayani semua itu? Itu semua tanda anda perlu PSS. Perlu platform. Perlu sistem.

Selamat membangun platform…


  1. dipikir-pikir nasib saya sama kaya tukang batu di cerita bapak, waktu habis untuk ngantor di satu tempat jadi penghasilan ya itu-itu aja.
    baik, pak! saya akan membangun platform yang menghasilkan uang untuk saya😀

  2. kalo koperasi bisa jadi platform juga ngga pak? Misalnya perkumpulan becak mendirikan koperasi.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: