Cahaya Putih

Anda butuh cahaya Ilahi yang putih untuk dapat melihat keindahan warna-warni kehidupan.

Coba anda perhatikan. Tanpa cahaya yang memadai, dunia menjadi hitam putih. Saat mentari meredup di senja hari, dunia berubah menjadi kelabu Saat sumber cahaya menghilang, dunia menjadi hitam. Kelam. Tidak ada lagi hijau dedaunan. Tidak ada lagi biru langit. Kuning, merah, dan ungu kembang. Masih ada sebenarnya. Tapi tidak terlihat.

Mengapa bisa demikian? Karena warna-warni yang kita lihat itu sebenarnya pantulan dari sumber cahaya. Refleksi dari berkas sinyal. Dan reflektor menjadi tidak berguna saat sumber cahaya menghilang.

Dan anda butuh cahaya putih. Cahaya dengan spektrum warna yang lengkap. Kalau hanya cahaya merah, maka hanya reflektor berwarna merah yang terlihat. Kalau hanya warna hijau, maka hanya obyek berwarna hijau yang bisa kita nikmati.

Demikian juga dengan hidup kita. Kita perlu cahaya untuk melihat keindahan kehidupan. Dan kita perlu cahaya yang putih, cahaya Ilahi. Cahaya yang lengkap. Mampu menyingkap berbagai warna.

Kalau anda belum bisa melihat warna-warni kehidupan, mungkin bukannya anda tidak peka. Lebih mungkin anda belum menggunakan cahaya Ilahi untuk menerangi kehidupan. Cahaya putih, dengan spektrum yang lengkap.


  1. Saya baru dapat kabar dari teman saya bahwa dia buta warna merah hijau. Maka spektrum warnanya sebagai berikut:

    Tapi yang saya salut, dia bisa menjadi guru grafis desain di komputer.

    Saya sendiri mungkin tidak bisa menikmati hidup tanpa warna merah dan hijau.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: