Jagoan Malang

Begitu seorang pria menghembuskan nafas terakhir, ia langsung menghadap malaikat di pintu sorga untuk diwawancara. Sayangnya dia bingung seperti linglung, sehingga malaikat agak kuatir. Takut harus masuk neraka.

Kamu rajin ibadah? Sering sembahyang? Sering baca kitab suci? Tidak?…   Sang pria menggeleng lemah.

Malaikat tanya lagi.

Kamu suka memberi sedekah? Dermawan? Suka memberi pinjaman pada orang miskin?  Tidak?…. Sang pria menggeleng sedikit.

Malaikat coba lagi, agak cemas.

Kamu selalu taat aturan? Salalu taat hukum? Selalu berusaha untuk tidak mengambil hak orang? Tidak? … Sang pria menggeleng lemas..

Wah, mesti ada perbuatan baik kamu. Minimal satu. Coba ingat-ingat lagi, tanya malaikat lagi.

Oya ya.., sang pria mulai bisa ingat-ingat. Ada seorang wanita tua, keluar dari supermarket. Tahu-tahu dia dikepung oleh segerombolan geng motor yang galak-galak. Tas wanita itu dirampas. Lalu saya datangi mereka saya tarik tas itu dan saya berikan kepada sang ibu. Saya kemudian berteriak memaki-maki mereka. Betapa pengecut kalian! Begitu teriakan saya. Kemudian kami berkelahi, dan saya lawan mereka semua sendirian…

“Wow, itu hebat…, anda jagoan membela ibu yang lemah..”, Malaikat terkagum-kagum sambil mencatat, “Kapan itu terjadi…?”

Jawab sang pria jagoan dengan polos, “Sepuluh menit lalu…”

Advertisements

  1. wkwk,, udah saya duga endingnya kaya’ gini. very nice pak 😆

  2. hehehe…berarti sang jagoan….sepuluh menit sebelumnya




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: