Dua William

Di keluarga Langi sekarang ada dua William. Satu William Langi, ayah saya. Satu lagi Marco William Langi, si bungsu.

Waktu kami tahu bakal punya anak laki-laki, kami sudah bertekad akan beri nama William. Kami ingin putera kami ini bisa sehebat kakeknya.

William Langi lahir di desa Lalumpe 16 Juli 1929, dari pasangan Marthen Langi dan Agustina Sengkey. Anak tertua dari delapan bersaudara. Nama desa itu sekarang Lalumpe, tapi saat itu desa itu cuma kebun jauh (outpost) dari induknya, desa Raanan Lama, 100 km di selatan Manado. Jadi karena mereka petani yang berkebun dan tidak sempat pulang ke Raanan Lama, mereka diam di Lalumpe. Tanah yang subur. Orang-orang sederhana. Dan kelihatannya William Langi akan menghabiskan seumur hidupnya menjadi petani di Lalumpe.

Sampai suatu hari Ratu Wilhemina datang berkunjung ke Minahasa. Maka terjadilah peristiwa besar menyambut Ratu Belanda. Kakek dari William ternyata orang yang penuh bakat. Sehingga ia terpilih untuk memainkan musik di depan tamu agung. Dan peristiwa itu, terpilih menampilkan bakat di depan tamu agung dari benua lain, ternyata membawa perubahan bagi keluarga Langi di Raanan Lama. Peristiwa itu lama menjadi buah bibir. Terutama, membuka wawasan akan dunia bagi William Langi. Bahwa dunia itu jauh lebih luas ketimbang Lalumpe.

Dan semua anak Marthen dan Agustina Langi akhirnya merantau. William pun akhirnya bisa menapakkan kakinya di seluruh lima benua di seluruh dunia. Mulai dengan Manado, Makassar, Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Hongkong, Manila, Tokyo, Honolulu, San Francisco, Minneapolis, Geneva, Nairobi, Vancouver, Winnipeg, Brisbane, dan banyak lagi. Saya sambil kehilangan jejak, sudah ke mana saja William senior menapakkan kakinya.

Terakhir, tadi malam, ada di Lalumpe.

William sedang menikmati hadiah anak-anaknya: HP, ponsel. Gaptek habis sebenarnya. Tapi perlahan-lahan dia mulai bisa menelpon siapapun yang dia kenal, yang ada nomer teleponnya, di seluruh dunia. Operator ponsel saya Indosat. William menggunakan Telkomsel. Jadi ngobrol sebentar langsung habis pulsa. Jadi saya khusus beli simcard Telkomsel untuk keperluan ini. Karena William senang sekali menelpon Bandung. Terutama mencek cucu-cucu, termasuk Marco. Dan anak-anak harus siap kirim pulsa elektronik. Sebentar-sebentar habis.

Jumat malam Ina dan saya ada di Aula Barat, sedang mengikuti resepsi Rektor baru ITB. Saya main musik bersama Bandos. Tapi saya sukar berkonsentrasi. Karena Marco sedang sakit. Perutnya melilit. Malamnya kami pulang cukup larut, dan Marco sudah tertidur. Saya selimuti, dan jaga Marco sebentar. Pagi-pagi saya dibangunkan telepon dari Lalumpe. Rupanya keluarga Langi sedang berkumpul di sana, di rumah bersama, dan mereka ingin dengar suara saya. Saya kemudian bawa Marco ke UGD Borromeus agar segera mendapatkan penanganan. Marco harus sembuh, supaya kegembiraan mereka di Lalumpe itu tidak terganggu.

Tadi malam saya menelpon ayah di Lalumpe. Rupanya acara sudah selesai, dan semua sudah kembali pulang ke Manado dan Tomohon. Tinggal William sendiri di Lalumpe. Karena besok Selasa William akan melakukan pengukuran tanah di Lalumpe bersama petugas kecamatan. Tanah warisan pusaka dari Marthen dan Agustina akan ia wariskan pada Gladys, Kezia, dan Andria. Secara khusus, Marco akan mewarisi rumah pusaka Langi, rumah pertemuan bersama, rumah di mana Marthen dan Agustina membangun keluarga. Anak-anak tertawa senang, sambil no idea what to do with them.

Ya, berarti saya harus mengajarkan mereka untuk memelihara warisan pusaka itu. Memelihara impian yang pernah mengalir di situ. Memelihara kegigihan yang bersumber dari situ. Memelihara kasih sayang yang membara di situ. Memindahkan obor spirit itu dari William Langi ke Marco William Langi.

Gimana, Marco, berani…?

Saya membayangkan dengan senyuman malu, manja dan khas, Marco menjawab dengan suara dibuat cadel, “Belaniii….”. Kemudian lari ke depan TV mau nonton kartun.

OK, we have a long way to go. Pertama, sembuh dulu ya Marco…


  1. semoga marco cepat sembuh, pak🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: