Feed Yourself Well

Jangan kurang gizi. Makan dengan sehat, baik untuk fisik maupun untuk pikiran.

Setiap minggu seorang petani membawa seekor domba putih dan seekor domba hitam ke lapangan dekat pasar. Untuk di adu. Penonton di suruh bertaruh, kambing mana yang menang adu domba. Pemenangnya tidak tentu. Minggu ini bisa domba putih, minggu depan bisa domba hitam. Dan petani ini selalu menang, karena dia selalu berhasil menebak domba mana yang akan menang.

Ketika ditanya apa rahasianya, sang petani akhirnya mengaku, “Gampang saja. Kalau saya misalnya ingin si putih yang menang, saya beri dia makanan dan gizi yang baik. Sedangkan si hitam saya kurangi jatah makannya. Selama seminggu. Pasti saat bertarung si putih akan menang, karena kondisi dia lebih bagus…”

Sederhana memang. Tapi tepat.

Tubuh kita perlu mendapatkan energi dan gizi yang baik. Makan kita harus sehat. Apa yang kita telan itu harus memenuhi kebutuhan tubuh kita.

Ada saran bahwa kita banyak makan makanan segar, seperti sayur dan buah. Konon pada makanan yang segar itu, kita bisa mendapatkan tambahan vitalitas kehidupan. Karena sel-sel nya masih hidup. Artinya jangan selalu mengkonsumsi makanan yang sudah dimasak. Apalagi makanan kaleng antau mie instant.

Saya tidak tahu kebenaran klaim tentang vitalitas itu. Tapi saya senang attitudenya bahwa soal makan itu kita jangan sembarangan.

Sebenarnya tidak hanya makanan fisik. Otak kita perlu diberi makanan mental. Pengetahuan. Seni. Semua karya yang membuat kita kagum, terpesona, dan tambah pintar. Saya sering mengisi pikiran saya dengan membaca. Membaca bermacam-macam buku. Untuk memberi makan pikiran saya.

Dan jangan lupa memberikan makan kasih sayang pada hati kita. Bertemu dengan orang-orang yang baik, ramah, dan sayang pada kita. Yang bisa menghangatkan kehidupan kita. Yang mengingatkan kembali bahwa kita bukan hewan, tumbuhan, atau robot. Bahwa kita manusia. Makhluk yang membutuhkan kasih sayang dari sesama.

Akhirnya makan itu jauh lebih nikmat saat dilakukan bersama kawan-kawan. Bersama kekasih hati. Orang-orang yang kita cintai. Saat kita bisa saling membagi. Saling memperhatikan satu sama lain apakah semua kebagian. Saat kita bisa memberikan sebagian yang ada pada kita untuk mereka.

Itu baru namanya pesta…

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: