Tuhan Sukses?

Percaya atau tidak, Tuhan tidak pernah menuntut orang untuk sukses.

Beda dengan dunia hari ini. Sejak lahir sampai dewasa dan bahkan lanjut usia, manusia ditekan untuk sukses. Bahkan sejak bayi masih dalam kandungan, kita sudah ajarkan macam-macam. Agar nanti dia bisa jadi orang sukses. Belum pernah dalam sejarah peradaban ini seluruh manusia, setiap orang tanpa kecuali, dipicu untuk sukses. Tanpa sukses, hidup tidak bermakna.

Tapi Tuhan tidak begitu. Bolak-balik saya membaca Kitab Suci, tidak bertemu saya dengan satupun ayat yang mengatakan kita harus sukses. Kalau kita tidak sukses, neraka menanti. Bahwa seluruh kehidupan ini diciptakan Tuhan agar kita mencapai sukses. Bahwa hanya orang sukses yang layak berada di hadiratNya.

Bahkan yang saya lihat malah terbalik. Berkali-kali kita diperintahkan untuk memperhatikan yang lemah, yang tidak mampu, yang miskin, yang kalah, yang terpenjara. Sampai-sampai saya berkesimpulan bahwa agama didatangkan bukan untuk orang hebat. Bukan untuk orang pintar. Bukan untuk orang kaya. Bukan untuk orang sukses.

Tapi untuk orang kalah.  Tuhan datang untuk orang gagal….

What is wrong here?

Tuhan tidak anti sukses. Tapi sukses itu sering terjadi akibat kompetisi yang ketat. Dan dalam kompetisi ini, banyak manusia yang kalah. Untuk setiap yang menang, banyak yang kalah. Untuk setiap yang sukses banyak yang gagal. Banyak yang tersisih.

Dan Tuhan tidak ingin ada manusia ciptaanNya yang tersisih dalam mainstream pergaulan kehidupan manusia. Ia mendesain kehidupan ini untuk semua. Kesuksesan yang Ia impikan adalah kesuksesan semua. Dunia yang Ia bayangkan adalah dunia di mana semua mendapat kesempatan dan bagian untk berkontribusi bagi keindahan dan kemuliaan hidup.

There is no point of being a succesful human being when the whole humanity fails….

Jadi saya pikir sukses yang sebenarnya adalah saat kita mampu membuat semua orang mencapai impiannya. Saya kira itulah tujuan kita punya republik ini. Supaya Indonesia bisa menjadi a land of dream. A promise land. Untuk kita semua. Untuk anak-anak kita dan anak-anak orang lain. Untuk cucu-cucu kita dan cucu-cucu orang lain.

May God bless us. Let us become a blessing for this land


  1. his

    Such an inspiring words from my respectful mentor. God bless you and family sir.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: