Penderitaan

Kesimpulan saya hari ini: penderitaan dimaksudkan untuk membuat perubahan menuju kebaikan.
Sejak lama saya heran, mengapa ada penderitaan di dunia ini? Mengapa manusia bisa menderita? Mengapa Tuhan mengijinkan adanya penderitaan?

Kebanyakan penderitaan kita berlangsung tidak lama. Sakit fisik, sakit hati, kecewa, sengsara, aniaya. Akan tetapi tidak jarang penderitaan yang terjadi sungguh berat. Sakit parah dan lama. Dirugikan orang lain. Tertimpa musibah.

Mengapa Tuhan mengizinkan penderitaan ini terjadi?

Ternyata ini untuk mengubah orang. Untuk mengubah keadaan.

Kita sering ingin hidup lebih baik. Tapi kita terjebak pada kebiasaan sehari-hari. Akibatnya kita terus mengulang-ulang tindakan kita yang tidak baik. Yang tidak membawa kita pada tujuan.

Nah hanya penderitaan yang bisa membuat kita menghentikan kebiasaan ini. Pada saat kita sakit, kita menyadari kesalahan  kita dan kita bisa mengubah diri kita. Pada saat orang ang kita kasihi menderita akibat kebiasaan kita, maka kita bisa mengubah diri.

Orang misalnya sudah tahu bahwa membangun rumah harus ada ijin. Harus ada inspeksi, apakah dibangun sesuai bestek atau tidak. Tapi kita tidak mau repot. Kita langgar. Suatu hari terjadi gempa bumi. Rumah kita roboh menimpa orang–orang yang kita kasihi. Mereka sangat menderita. Maka kali berikut kita membangun rumah, kita tidak akan sembarangan. Karena kita teringat pada penderitaan mereka.

Atau contoh lain suatu kisah nyata. Seorang pria berusaha keras untuk berhenti merokok. Segala cara ia coba. Tapi tidak ada yang berhasil. Sampai suatu hari, putrinya yang berusia enam tahun menangis menghampiri ayahnya. “Ayah, jangan merokok lagi. Jangan membunuh diri ayah perlahan-lahan. Aku pengen ada ayah di sampingku nanti saat aku menikah…”. Hari itu juga sang pria membuang rokoknya keluar jendela, dan dia tidak pernah lagi merokok. Tangisan putrinya begitu menyakitkan, lebih menyakitkan dari perasaan tubuhnya tanpa rokok.

Jadi saat terjadi penderitaan, baik pada diri kita maupun pada orang lain, kita merasakan sakit. Dan perasaan sakit itu harus kita gunakan untuk melakukan perubahan. Baik pada diri sendiri maupun pada lingkungan. Agar penderitaan itu bisa berakhir. Agar penderitaan itu tidak terjadi lagi.

Jadi itulah. Kalau penderitaan masih ada, itu jalan Tuhan agar kita berubah. Agar kita punya kemampuan yang besar untuk menghentikan kebiasaan yang buruk, dan menggantikannya dengan kebiasaan yang baik.

Jangan sia-siakan derita. Berubahlah…


  1. atau lebih tepatnya, janganlah taking advantage dengan apa yang kita miliki sekarang.

  2. Tulisan yang inspiratif! karena saya tidak suka rokok, dan ingin semua perokok menyadari bahwa merokok gak ada untungnya. Yang ada kenikmatan sesaat saja, dan bikin dosa pula.

    Minta ijin ngutip ya pak di note facebook saya.

    Btw, saya linuxer juga loh pak. saya pake ubuntu 9.10 dan sedang nge-test 10.04. Salam penguin, hehehe…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: