Dendam dan Pengampunan

Mendendam itu kelemahan. Mengampuni itu kekuatan.

Orang bisa melupakan kesalahan. Tapi orang sukar sekali melupakan penghinaan. Kesalahan biasanya tidak disengaja. Yang bersalah itu tidak mampu memenuhi standar tindakan. Kitapun gampang memaafkannya.

Tapi penghinaan itu lain. Penghinaan itu disengaja. Dan ia merampas dignity kita. Ia merampas kehormatan dan harga diri kita. Dan manusia sukar sekali melupakannya. Ini memang sudah dari sono nya, sudah merupakan sifat yang tertanam dalam desain psikologi orang.

Manusia memang pada umumnya lemah. Terutama dalam hal harga diri ini. Dia akan mengingat penghinaan ini lama sekali. Ia akan mendendam.

Oleh sebab itu, kita harus ekstra hati-hati untuk tidak pernah menghina orang. Merendahkan martabatnya. Menurunkan harga dirinya. Karena itu akan melukainya dalam. Lama. Dan membawanya dalam lembah dendam yang kelam itu.

Untuk itu kita perlu berdisiplin, menguatkan diri untuk selalu menghormati orang. Tidak sombong merasa lebih hebat dari orang lain.

Mengapa perlu kekuatan ekstra? Karena itu tidak lumrah. Tidak otomatis. Instink kita selalu ingin dianggap hebat. Dan kalau tidak hati-hati, itu kita mau capai lewat merendahkan orang lain.

Dan dibutuhkan kekuatan lebih hebat lagi untuk bisa mengampuni penghinaan. Untuk menghapus dendam kesumat. Butuh perjuangan yang luar biasa.

Dan hanya orang yang betul-betul hebat yang bisa mengampuni. Menghapus dendam. Karena di balik kemampuan mengampuni ada kekuatan besar. Kekuatan terbesar dalam karakter manusia. Kekuatan melawan diri sendiri.

Be a strong human being. Forgive.


  1. luar biasa pak, inspiring!!
    memang tugas yang paling berat bagi manusia adalah mengalahkan diri sendiri..

  2. Terkadang juga penghinaan datang dalam candaan atau humor. Padahal sang pelaku tidak bermaksud untuk merendahkan objek ejekannya, tapi si objek merasa kesal dan marah sekali karena merasa terhina.

    Ini salah satu alasan kita harus berhati2 berkomunikasi juga. Ada yang bilang, lelucon mengenai orang lain tidaklah lucu.

  3. jujur saja pak, pada dasarnya saya adalah orang yg pendendam
    tapi entah mengapa saya malah selalu memberikan/melakukan yang terbaik ataupun bersikap baik terhadap orang yg sudah / pernah menyakiti hati saya

    saya tidak suka ribut2 , tapi dalam hati tetap dendam , marah tanpa henti , dan kadang2 saking dendamnya saya berpikiran ingin membalasnya pelan2 tetapi tidak secara langsung

    jahat ya saya pak. tapi yahh begitulah saya…

    jadi sebaiknya bagaimana pak? heheh maaf jadi curhat colongan




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: