Maksud elo?

Sebagai seorang tour guide di Bali, pak Made harus ngoceh menghibur kami, turis dalam bus nya. Terkadang kita tidak mau kalah ngomong, dan agak nyikat pak Made. Kalau dia sudah kepepet, langsung dia bilang, “Maksud elo…?” Dan kita semua tertawa menang.

Salah satu seni berkomunikasi adalah bagaimana menyampaikan pesan kita kepada orang lain dengan efektif. Memilih kata-kata dan kalimat sehingga maksud kita bisa sampai pada orangnya. Jadi dalam komunikasi itu, keberhasilan bukan soal kata-kata yang digunakan, tapi soal impak yang dihasilkan.

Anda bisa menyampaikan pesan anda itu dengan langsung, seperti panah, to the point. Ini memang lugas dan efisien. Tapi ini juga bisa vulgar. Dan anda tidak membuka ruang untuk menghindari ledakan, kalau ternyata anak panah anda itu menghantam sebuah bom.

Dalam situasi yang sensitif, lebih berseni itu kalau anda menyampaikan pesan anda dalam kata-kata yang tidak vulgar, tapi kemudian lawan bicara kita mencernanya, dan mengambil kesimpulan untuk diadopsi. Nah kesimpulan itu sedapat mungkin sama dengan impak yang anda harapkan.

Yang pertama itu, yang vulgar, ibarat obat suntik. Dokter langsung menyuntikkan pada darah anda. Sakit. Badan kita tidak bekerja apa-apa, terima jadi. Dan kalau salah obat, tidak ada ampun.

Yang kedua itu, yang nyeni, ibarat obat rasa sirup. Kita bisa mengecapnya sebelum ditelan. Enak. Badan kita bekerja untuk mencernanya sebelum mengirimkan ke seluruh tubuh. Dan kalau salah obat, masih bisa dimuntahkan, atau minimal ada waktu untuk dilarikan ke UGD.

Jadi dalam komunikasi berseni, ada penghargaan kita pada intelektualitas orang untuk mencerna informasi dan membuat kesimpulan. Pesan anda itu akan jauh bisa diterima dan diadopsi, kalau itu berupa kesimpulan yang ia tarik sendiri.

Jadi yang sangat penting dalam berkomunikasi itu adalah mendefinisikan dulu dalam hati apa maksud kita. Impak apa yang kita inginkan terjadi padanya. Perasaan apa yang hendak kita timbulkan padanya. Kemudian semua kata-kata yang dipilih, gerak gerik tubuh, raut wajah, intonasi itu diarahkan untuk memberikan impak yang kita maksudkan. Sehingga dia bisa menyimpulkannya sendiri.

Terakhir, saya pikir seharusnya semua komunikasi itu untuk menyampaikan betapa kita menyayanginya. Mengasihinya. Respek padanya.  Impak yang harus dihasilkan adalah perasaaan bahagia karena ia merasa dihargai disayang, dicintai, dianggap berarti, diangap special.  Seni berkomunikasi yang anda harus kuasai dengan dalam adalah seni untuk mengekpresikan cinta.

Maksud elo?

Maksud gue, I really really love you


  1. andriyan


    Yang kedua itu, yang nyeni, ibarat obat rasa sirup. Kita bisa mengecapnya sebelum ditelan. Enak. Badan kita bekerja untuk mencernanya sebelum mengirimkan ke seluruh tubuh. Dan kalau salah obat, masih bisa dimuntahkan, atau minimal ada waktu untuk dilarikan ke UGD.

    pada pertengahan 80-an, model yang begini disebut “Mati Ketawa Cara Rusia”🙂

  2. Wah, Bapak Dosen kebanggaan Elektro ITB ini memang nggak ada tandingannya untuk urusan membuat tulisan yang indah dan nyeni. Garang di awal, romantis di akhir! Hehe..

    Membaca judulnya saja sudah membuat perhatian orang teralihkan. Maksud gue,,,… (meminjam kata2 maksud loe,… hehe) rasanya ada yang kurang kalau dalam sehari tak membaca tulisan Bapak.

    Saya pun masih belajar menulis, Pak.
    Syallom.

  3. Kalo dipandang dari segi pengajar, orang yang pintar berkomunikasi adalah orang yang mampu menyampaikan hal yang rumit menjadi bisa dimengerti oleh orang yang bodoh sekalipun.

    Itulah beratnya jadi guru dan dosen, harus punya kepintaran, namun juga kepandaian mengkomunikasikan kepintarannya.

  4. bener … kadang kalu maksud nya baik tapi cara nya salah malah jadi boomerang ,.,,




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: