Investasi Paling Aman

Investasi aset paling aman itu bukan di emas batangan, dollar, deposito, saham, atau tanah, tapi pada kemajuan diri sendiri.

Di tahun 1998 banyak pengusaha di Indonesia ambruk. Banyak simpanan orang habis, terutama nilainya. Saya masih ingat, saya juga terpengaruh. Saat sebelum krisis saya bisa beli mobil minibus baru seharga Rp 20 juta, Kijang baru seharga Rp 40 juta. Setelah krisis, minibus menjadi Rp 75 juta, dan Kijang menjadi Rp 150 juta. Sedangkan jumlah uang saya masih tetap sama. Orang kaya bisa mendadak miskin.

Orang jadi cemas. Banyak nasehat orang, bahwa investasi yang paling aman itu harus di sini, di situ.

Tapi setelah saya renungkan, tanpa menuruti nasehat-nasehat itu, toh hari ini hidup saya tetap saja baik. Kebutuhan keluarga kami tetap terpenuhi. Setiap hari bisa makan dan bayar uang transpor. Pakaian dan perumahan tidak masalah. uang sekolah, uang kesehatan, selalu cukup. Memang tidak mewah-mewah, tapi cukup.

Saya menyadari bahwa investasi yang terpenting itu bukan pada aset barang atau harta. Tapi pada kemampuan diri. Pada komunitas. Pada jaringan masyarakat. Karena pada akhirnya ada saja komunitas yang mau membayar saya untuk apa yang saya lakukan. Rupanya apa yang saya tahu, saya kuasai, saya lakukan itu, kalau dikombinasikan, bisa juga menghasilkan uang untuk kebutuhan hidup.

Dan nilainya relatif tetap tinggi. Maksud saya, dengan layanan yang sama, apa yang saya terima itu selalu cukup, tidak peduli ada krisis atau tidak. Artinya, investasi yang saya lakukan pada diri sendiri — sekolah, belajar, melatih diri — punya nilai kembali yang tidak dipengaruhi krisis ekonomi.

Kalau dihitung-hitung, keluarga kami punya anggaran relatif besar untuk pendidikan. Boleh dibilang kami mengalokasikan pengeluaran jutaan rupiah setiap bulan untuk biaya pendidikan, melebihi standar UUD yang minimal 20% dari anggaran total itu. Setiap bulan saya sendiri rata-rata menghabislkan lebih dari Rp 1 juta untuk buku, jurnal, majalah ilmuiah, dan akses informasi pengetahuan.

Hasilnya tidak pernah mengecewakan. Selalu menghasilkan keuntungan yang cukup dalam segala kondisi. Dan tidak pernah bisa dicuri atau dirampok orang. Benar-benar investasi yang aman.

Jadi dengan kondisi ekonomi naik-turun seperti sekarang, investasi paling aman ada pada pengembangan diri dan pengembangan lingkungan. Investasi pada diri sendiri itu — bahwa setiap hari kita bertumbuh — memberikan the real security


  1. Yup…investasi paling penting adalah kemampuan, ketrampilan…dan motivasi untuk berkarya dengan penuh semangat…

  2. setuju sekali pak Armien, ilmu + mindset (kerangka berpikir) bagi saya adalah investasi paling penting,,

  3. sepakat😀

  4. TERIMAKASIH ATAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN/REFRENSI UNTUK REGENERASI. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  5. taufan

    benar juga ya.. wah terima kasih atas pencerahannya, sangat berguna…

  6. artikel yg sngt bagus…. i like this

  7. ismail

    trims pak ARMEIN,pngarahan nya sangat baik.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: