Hidup tanpa mikir

Ternyata orang bisa hidup tanpa banyak mikir…

Kemarin sore saya ke Jakarta bertemu rekan-rekan alumni SMA Mardiyuana Sukabumi, angkatan lulus 81. Acara sederhana: bertemu, makan-makan, dan ngobrol. Lokasi cukup nyaman di Food Kulture, sebuah food court di Plaza Indonesia dekat bundaran HI.

Meskipun waktunya cukup singkat, cuma tiga jam, saya senang karena bisa bertemu lagi dan bersilaturahmi dengan sekitar tiga-empat puluhan teman-teman SMA. Ada teman yang baru berjumpa lagi setelah 30 tahun. Senang.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Denny. Teman saya ini sangat segar. Terlalu segar untuk orang seusia kami. “Den, apa rahasianya?”, saya tanya ingin tahu. “Saya itu tidak pernah mau banyak mikir…”, katanya sambil tertawa.

Saya kenal beliau sejak SMA sebagai orang yang memang gembira, sangat aktif, tapi sangat santai. Maksudnya, secara fisik sangat aktif tapi secara pikiran sangat santai. Tidak ada yang dia pikirkan, tidak ada yang dia takutkan. Bukan berarti cari-cari bahaya. Bukan. Tapi dia hidup dengan gembira, apa adanya, tapi aktif. Beda dengan saya misalnya yang serius belajar, serius memikirkan masa depan, dan ada takut-takutnya.

Beliau sekarang pengusaha furniture, punya workshop, dengan beberapa pegawai. Tapi dia berusaha membangun kepercayaan dan loyalitas anakbuahnya. Dan tidak pernah dia tengok-tengok. Dan hasilnya tidak mengecewakan. Selalu cukup.

Point saya, orang bisa juga menjadi pengusaha sukses tanpa banyak mikir. Seperti pak Denny. “Saya itu pengusaha yang siap ditipu…”, katanya sambil tertawa lucu. Artinya, karena kesantaiannya menghadapi bisnis, ia beberapa kali ditipu orang. Tapi tidak pernah ia pedulikan atau pikirkan serius. Paling-paling dia tertawa saja. Dan tidak kapok.

Makanya, dari semua yang hadir di acara kemarin, Pak Denny itu paling segar dan boyish.

Kesimpulan saya, anda mau hidup serius atau santai sebenarnya sama saja. Anda mau curigaan atau percayaan, sama saja. Anda mau tegang atau banyak tertawa, sama saja. Anda mau waspada tidak ditipu atau rileks siap ditipu, sama saja. Sama-sama akan dipelihara Tuhan.

Bedanya cuma waktu reunian: ada yang berwajah serius sangat dewasa dan ada yang berwajah segar seperti anak-anak.

Advertisements

  1. sikap yang bagus banget itu…
    alangkah bagus nya emang kalo kita bisa punya pola pikir kayak pak denny itu ya.. saya juga mau dan sedang berusaha.. masih sering banget gagal… tapi masih tetep berusaha… 🙂

  1. 1 [Just For Fun] “Kokologi” « Mikha Valerint

    […] tujuan hidup, saya cendrung (bukan sepenuhnya) menganut prinsip ini: Hidup Tanpa Banyak Mikir (silakan klik kalau mau […]

  2. 2 Relasi Mimpi-Kenyataan Hidup? « Mikha Valerint

    […] Awalnya saya bingung untuk menjawab hal tersebut, karena saya adalah orang yang cendrung seperti: artikel ini (cendrung bukan berarti sepenuhnya ya ). Setelah merenungkan cukup lama, akhirnya saya bisa […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: