Dopping

Boleh tidak atlit menggunakan dopping untuk menambah prestasi? Saya kira mayoritas mutlak akan bilang tidak. Tapi tidak semua tahu mengapa.

Dopping itu berarti menelan obat atau zat kimia yang membuat tubuh kita kuat di luar kewajaran. Padahal kompetisi olah raga itu dimaksudkan agar seluruh spesies kita semakin maju. Jadi dopping merusak tujuan kompetisi. Orang mendapatkan kinerja palsu. Sepertinya mencatat rekor dunia, tapi sebenarnya tidak.

Tapi kita juga sering melakukan dopping. Menyontek itu dopping. Korupsi itu dopping. Nepotisme itu dopping. Money politics itu dopping.  Karena semua itu membuat kita mendapatkan hasil yang tidak membawa kita pada tujuan.

Ujian itu seharusnya adalah indikasi keberhasilan belajar. Dengan menyontek, kita mendapatkan nilai baik padahal kita tidak menguasai bahan ajar.

Kekayaan itu lambang sukses suatu perjuangan berusaha.  Tapi melalui korupsi orang bisa sekaya pengusaha sukses tanpa kemampuan berbisnis.

Jabatan bisa diperoleh karena prestasi kerja. Tapi kalau kita mendapat jabatan karena hubungan kekerabatan dengan orang berkuasa, maka kita menjadi pejabat yang tidak kompeten.

Jabatan politik juga seharusnya diperoleh karena pengakuan orang. Tapi kalau kita membayar voting, maka politik berubah menjadi dagang.

Itu semua contoh bahwa tidak semua cara itu baik. Kalau kita memperoleh hasil melalui kecurangan, maka keberhasilan kita menjadi kegagalan kolektif. Kompetisi tidak berlangsung dengan alamiah. Masyarakat yang dibangun atas kecurangan akan megadopsi nilai-nilai yang semakin curang. Dan evolusi berbasis kecurangan akan menghasilkan generasi berikut yang lebih buruk.

Lagipula apa enaknya memperoleh hasil atau prestasi melalui kecurangan?

Semasa mahasiswa kami senang main games di komputer. Salah satunya games pertarungan jagoan beladiri. Masing-masing punya jago dengan features masing-masing. Dan sesuai dinamika pertandingan, jagoan kita bisa berkembang menjadi lebih hebat. Asik dan seru main gamesnya, dan kita semua tertawa senang. Sampai suatu hari ada yang tahu shortcuts, cheats, untuk menaikkan kemampuan jagoannya lewat trik kode tertentu. Langsung jagoannya merajai arena. Tapi begitu semua sudah bisa cheats nya games itu menjadi tidak menarik sama sekali. Garing.

Dopping juga begitu. Kecurangan juga begitu. membuat prestasi hidup menjadi garing.

Jauh lebih asik main fair, jujur, dan adil. Just the way it is…. Just the way you are….

Advertisements

  1. like this, Pak! 🙂

  2. setuju sekali pak,, hidup dengan fair, jujur, dan adil akan membawa kepada ketenangan hati dan pikiran, hidup menjadi lebih indah dan menyenangkan..

  3. Maaf koreksi sedikit Pak… “Doping” bukan “dopping” …
    http://www.merriam-webster.com/dictionary/doping

    • azrl

      @ikram: thanks. Anda betul. Tapi karena sudah terlanjur, biar saja ya 🙂

  4. Lagipula apa enaknya memperoleh hasil atau prestasi melalui kecurangan? > Betul pak

    Tapi begitu semua sudah bisa cheats nya games itu menjadi tidak menarik sama sekali. Garing. > Yang ini juga sangat betul. Rasanya tidak ada challenge nya lagi kalau sudah tahu cheat kode untuk games.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: