Kekecewaan

Bagaimanapun kita berusaha, tidak jarang muncul kekecewaan. Bagaimana cara menghadapinya?

Kekecewaan muncul saat harapan kita tidak tercapai. Hasil dari sesuatu proses tidak sesuai dengan apa yang menurut kita seharusnya. Saat orang lain tidak bersikap sebagaimana kita harapkan.

Dan kekecewaan itu terasa berat saat kita merasa tidak adil. Saat kita merasa kita sudah berjuang dan berusaha, tapi hasilnya tidak sepadan. Saat kita bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu, orang lain ternyata yang memperolehnya meskipun ia tidak bekerja sekeras kita.

Saya sendiri cukup rentan soal ini. Ada saat-saat saya terhenyak dalam kekecewaan. Dan saya duduk terdiam, merasa dunia runtuh. Kegembiraan hilang. Kesedihan merasuk. Terpojok dalam kesendirian dan kekalahan.

Satu hal yang saya tahu, rasa kecewa itu harus cepat diatasi. Ia merusak ketenangan hati. Ia bisa menyebabkan perilaku yang merusak.

Kita perlu tahu, apa sebenarnya kekecewaan ini? Apa sebenarnya gunanya?

Kekecewaan itu adalah semacam pesan atau informasi yang memberitahu kita bahwa harapan kita, sasaran yang hendak kita capai, kelihatannya tidak akan terjadi. Oleh sebab itu, kita diajak untuk mengubah harapan, atau mengubah sasaran, kemudian melakukan tindakan sesuai harpan dan sasaran yang baru.

Dengan kata lain, kekecewaan mengajak kita mengubah arah dan tindakan.

Menurut Robbins, beberapa langkah bisa anda lakukan dalam menghadapi kekecewaan.

Pertama tentu saja anda mesti, harus, wajib, menarik pelajaran berharga dari peristiwa yang mengecewakan ini. Supaya anda tambah pintar, dan di kesempatan berikut anda bisa lebih berhasil mencapai tujuan yang serupa.

Kedua anda mencari sasaran baru, yang lebih jelas, yang lebih menarik, yang lebih inspiring, yang lebih layak mendapatkan perjuangan anda. Tentu sasaran baru ini adalah sasaran yang langsung bisa anda tindak lanjuti.

Ketiga anda perlu menyadari bisa saja ini sebenarnya hanya soal waktu. Ada delay. Agak macet. Jadi sasaran anda itu akan tercapai, tapi bukan pada hari ini. Dengan kata lain, anda diajar untuk bersabar.

Keempat anda perlu melihat bahwa kemungkinan situasinya belum final. Anda belum gagal. Masih ada langkah yang bisa ditempuh untuk memecahkan kebuntuan. Dalam hal ini, anda juga diajak bersabar dan punya daya tahan dan kreativitas.

Kelima, nah ini yang saya rasa paling sakti, adalah membangun sikap bahwa hari esok selalu akan lebih cerah. Lebih baik. Apa yang terjadi hari kemarin itu justru membuka hari esok yang lebih asik. Kekecewaan itu adalah pembuka ikatan anda pada masa lalu. Hal-hal yang mengecewakan anda adalah bagian masa lalu anda yang perlu anda tinggalkan, agar anda bisa menggapai masa depan yang baru yang lebih baik.

Saya tahu betapa sakitnya perasaan kecewa itu. Saat anda begitu bersemangat, begitu berharap, begitu berjuang, tapi mendadak anda seperti disiram air dingin yang pahit. Tapi anda bayangkan besi yang sedang dipanasi sehingga merah membara dan lembek untuk ditempa. Setelah berbentuk, maka tukang besi menyiramkan air dingin, bukan? Agar hasil tempaan itu tidak lembek, tapi menguat. Siap menjalani fungsi yang sebenarnya. Demikian juga kekecewaan itu ibarat air dingin yang menguatkan hasil tempaan hidup kita. Anda menjadi sosok yang kuat. Siap menjalani peran yang sebenarnya.

Ayo, mari, bangun dari kekecewaan…

Advertisements

  1. Kecewa…hal yang sulit diatasi…
    Namun pada dasarnya, kita wajib berusaha untuk mencapai impian, namun harus percaya bahwa diujung usaha ada nasib yang menentukan. Tanpa ridho dari Tuhan, maka walau diatas kertas semua sudah sempurna, tetap saja impian tsb bisa tertunda, atau bahkan batal.

    Dan beberapa kali saya membuktikan, kekecewaan tsb pada akhirnya berbuah manis…karena rencana Tuhan pasti lebih baik dari rencana kita.

  2. Thahir

    Very true…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: