Apakah Tuhan Bergurau?

Saya mengambil kesimpulan bahwa semua dosa dan penyakit kita datang karena kita menukarkan hal yang serius dengan hal yang gurauan, dan sebaliknya. Hal yang bagi Tuhan itu gurauan, kita anggap serius. Sebaliknya hal yang serius bagi Tuhan itu kita anggap main-main.

Hidup itu harus dinikmati. Sayangnya kita menganggap hidup itu terlalu serius. Hal yang seharusnya disyukuri malah menimbulkan masalah. Tidak sedikit orang yang stress, kemudian sakit, dan meninggal karena beban pekerjaan. Beban hidup. Bukankah pekerjaan itu sesuatu berkat? Kan banyak orang kena PHK, sedangkan kita masih bekerja. Tapi sayangnya pekerjaan itu kita anggap beban dan kita menjadi tidak happy.

Salah satu kemampuan terpenting manusia adalah kemampuan untuk tertawa dalam banyak hal. Termasuk dalam menghadapi kesulitan. Kita harus mampu melihat aspek yang menyenangkan, aspek yang lucu, dari semua peristiwa dalam hidup.

Gus Dur dengan tingkat spiritualitas yang sudah sangat tinggi sampai mengeluarkan mantera: gitu aja kok repot? Bukan saja mantera ini lucu dan membuat orang tertawa. Tapi juga sakti, yang membereskan banyak masalah yang pelik. Membuat kita memperbaiki sikap kita menghadapi persoalan kehidupan.

Apakah Tuhan bergurau dan fun? Menurut saya, ya. Bergurau itu sangat menyenangkan. Sehingga mestinya surga itu tempat kita bergurau dengan lelucon yang super lucu. Dan gurauan yang paling lucu, paling cerdas dan paling menyegarkan itu datang dariNya.

Tapi sebaliknya, tentu ada hal-hal yang serius bagiNya. Hal-hal yang menyangkut keadilan dan perlindungan hak-hak orang. Hal-hal yang menyangkut inklusivitas mereka yang tersisih. Dan kalau kita mempermainkan keadilan dan perlindungan hak orang, maka berbagai kerusakan kehidupan akan terjadi.

Jadi kunci dalam menghadapi kehidupan yang berbahagia adalah kemampuan untuk memilah mana yang serius dan mana yang fun. Mana yang betulan dan mana gurauan. Mana yang harus diperjuangkan dengan keringat dan airmata, mana yang harus dinikmati dengan tawa dan canda. Keduanya seimbang dan sesuai pada tempatnya.

Dan menurut saya, hidup di dunia ini diciptakan lebih untuk canda dan tawa…


  1. Aku suka dimarahin karena becanda dengan Tuhan. Hmm, aku pikir, yang suka marahin itu … telah memilih Tuhan yang salah.

  2. Benar sekali, harus bisa memilah mana yang serius dan mana yang gurauan … Hidup di dunia hanya sekali.

  3. menurut saya kata “semua” pada kalimat pertama tulisan di atas kurang tepat. ada banyak penyakit yg bukan disebabkan oleh “keteledoran” penderita

  1. 1 Tafsir QS Al-An’am:32 « mommy wannabe

    […] baca postingan ini,tiba-tiba saya teringat salah satu ayat Al-Qur’an, Surat Al-An’am ayat 32 Dan tiadalah […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: