Fluktuasi

Orang takut dengan fluktuasi. Padahal gelombang fluktuasi itu sangat alamiah.

Dalam hal karir atau kinerja misalnya, kita ingin stabil. Rata atau menanjak. Naik-turun itu menakutkan.

Tapi mempertahankan rata atau naik itu sukar sebenarnya. Kurang alamiah. Lebih alamiah itu naik-turun. Bahkan bergetar.

Apa maksudnya?

Dalam alam ada fenomena naik-turun, seperti getaran. Punya frekuensi. Nah, energi yang punya frekuensi itu bisa lebih efisien dan mampu mencapai tempat yang jauh.

Ambil contoh listrik misalnya. Dulu orang menggunakan listrik arus searah (direct current, DC). Tetapi energi banyak habis di jalan. Kabel-kabel jadi gampang menghabiskan energi listrik. Sebaliknya dengan listrik bolak-balik (alternating current, AC), gelombang listrik bisa merambat lebih jauh dan lebih efisien. Dan anda selalu bisa mengekstrak energi DC dari energi AC, melalui apa yang disebut konsep energi root mean square (RMS) dan penyearah.

Bahkan kalau gelombang bergetar sangat cepat, maka gelombang ini bisa menjadi elektromagnetik. Muncul gelombang medan listrik dan magnet berganti-ganti. Dan ini memancar jauh sampai ke luar angkasa dengan kecepatan cahaya. Kita sudah memanfaatkan gelombang naik turun ini dalam banyak hal. Tidak hanya energi, tapi juga termasuk radio, ponsel, TV, Internet, sampai pada oven microwave.

Dan dunia ini menjadi terang-benderang warna-warni karena gelombang cahaya, dari matahari maupun lampu. Kemudian musik yang indah datang dari getaran gelombang audio.

Fourier menemukan konsep matematika mengenai getaran gelombang ini, yang disebut spektrum frekuensi. Semakin banyak komponen spektrum, semakin kaya kandungan informasi dan energi dari gelombang.

Dan dalam spektrum ini, kestabilan tanpa fluktuasi itu dikenal sebagai satu komponen dari sekian banyak komponen spektrum frekuensi. Komponen kestabilan ini memiliki frekuensi nol, dan sering disebut komponen DC. Dan komponen frekuensi nol ini nyaris tidak berguna tapi sangat boros energi. Dan ini sering kena saring, kena filter, oleh apa yang disebut bandpass filter. Diabaikan.

Jadi kalau hidup anda itu terlalu stabil, terlalu konservatif, tidak banyak surprises, maka hidup anda terlalu banyak berkutat di komponen DC dari spektrum kehidupan. Hidup anda menjadi boros tapi tidak indah. Dan dalam hidup anda bakal banyak kena bandpass filter kehidupan. Diabaikan orang.

Oleh sebab itu, jangan terlalu kuatir dan berjuang untuk kestabilan hidup. Kalau hidup anda berfluktuasi, naik-turun, just have fun. Anda hanya perlu belajar untuk mengkonversi naik-turun itu ke dalam RMS anda.

Selamat bergetar 🙂


  1. Analogi yang sangat menarik. Bapak mengkaitkan energi yang naik turun, seperti halnya kehidupan yang mengalami pasang surut.
    Betul, kadang rencana tak berjalan lancar, kadang harus dilakukan perbaikan, agar sesuatu kembali berjalan. Jika kita mempunyai kurva kehidupan (atau keuangan), buat berapa interval penyimpangan yang wajar terjadi, maka sepanjang belum melampaui garis penyimpangan tsb maka tak ada yang dikuatirkan. Dan fluktuasi ini membuat manusia harus selalui menyediakan bantalan, atau cussion agar jika terjadi sesuatu, rencana prioritas masih bisa dijalankan….
    (Kalau bapak menggambarkan dari sisi energi, saya melihatnya dari sisi ekonomi)

  2. erwinwxy

    Benar, setuju. AC memang lebih alamiah. Sedangkan DC lebih ke logika manusia (buatan). DC larinya ke rangkaian Digital. Lebih mudah dikalkulasi. Jadi bener, kita musti bisa konversi AC kehidupan dgn RMS kita. Karena processor nya DC. Dan ampir smua rangkaian ADC – processor – DAC.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: