Bosan?

Kalau anda merasa bosan, bersyukurlah. Karena rasa bosan itulah yang membuat orang selalu harus mencari sesuatu yang baru.
Orang selalu mencari prinsip-prinsip sederhana untuk menuntun hidupnya. Semacam rule of thumb. Doktrin. Algoritma.
Ini memang banyak menolong. Karena membuat kita bisa cepat bertindak. Cepat bereaksi. Cepat beraksi. Kita menjadi gesit.
Tetapi apabila algoritma diterapkan terus menerus dalam hidup, maka hidup kita menjadi kaku. Kita menjadi robot. Reaksi kita selalu predictable.
Dan ini membuat kita juga ingin memaksa lingkungan kita menjadi predictable. Kita ingin agar dunia ini juga tidak banyak berubah. Kita ingin mempertahankan ke-valid-an algortima kita. Doktrin kita.
Hasilnya: hidup ini begitu konservatif. Dull. Membosankan.
Beruntung saraf dalam diri kita itu punya kemampuan untuk merasa bosan. Entah mengapa sesuatu yang tadinya menarik menjadi tidak menarik lagi. Sesuatu yang bagus menjadi tidak bagus lagi. Sesuatu yang hebat menjadi tidak hebat lagi.
Lagu yang tadinya begitu populer menjadi membosankan. Kisah yang tadinya menarik menjadi menjenuhkan. Teknologi yang canggih menjadi biasa. Mode yang populer menjadi kuno.
Ini membuka peluang bagi artis baru dengan hits yang baru. Ini membuka peluang bagi story teller untuk datang dengan kisah yang baru. Ini membuka peluang bagi insimnyur untuk menghasilkan teknologi yang baru. Ini menjadi perluang bagi desainer untuk membuat mode baru.
Rasa bosan itu penting untuk kemajuan. Membuat kita punya insentif untuk melakukan hal baru.
Kalau kita merasa bosan, jangan mengeluh. Kalau kita hanya mengeluh merasa bosan tanpa bertindak, maka kita sendiri akan menjadi orang yang membosankan. Ini jelek juga. Rasa bosan itu adalah indikasi sudah waktunya untuk kita mencipta sesuatu yang baru. Melakukan sesuatu yang baru.
Let us do it

  1. Kalau nggak ada rasa bosan, mungkin nggak ingin berubah ya? Karena selalu puas dengan keadaan yang telah ada, atau pencapaian yang ada.

    Namun saya juga mengenal orang-orang yang selalu gelisah, tak pernah bertahan pada satu titik tertentu, berubah terus…kalau seperti ini juga sulit menyamakan langkah dengan organisasi terutama jika yang bersangkutan masih berstatus sebagai pegawai.

  2. memang salah satu cara untuk mengatasi bosan adalah kreatif. Tapi kreatif tidak selalu mesti menyalahi dogma atau aturan kan?

    Saya sendiri jujur bosan dalam mengantri. Mengantri di ruang dokter, mengantri di objek wisata, mengantri menunggu mobil diperbaiki, dll.

    Beberapa cara saya pakai untuk mengalahkan kebosanan, seperti makan permen karet, dengar MP3 player, bawa gitar akustik kecil, sampai bawa seruling!😀

    Saya mainkan saja serulingnya, ngga peduli dilihatin orang lain di barisan mengantri. Sejauh ini tidak ada yang protes kok, bahkan ada seorang janitor RS pernah bilang ke saya, “permainan serulingmu bagus sekali”.

    Dan mereka benar-benar “teman setia” saya dalam mengalahkan kebosanan dalam antrian😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: