Seandainya Hidup Tinggal Sehari

Seandainya anda tahu hidup anda tinggal sehari lagi, apa yang anda perbuat?

Kita terbiasa dengan kehidupan yang berjalan rutin berulang-ulang. Seakan-akan hari esok pasti datang. Jadi kita bekerja keras hari ini untuk bersenang-senang kemudian.

Akan tetapi seandainya kita tahu usia kita tidak lama lagi, apakah kita akan melakukan semua yang rutin-rutin? Seandainya kita hanya punya hari ini saja, apakah kita akan diam saja?

Pandangan seperti ini, bahwa hidup itu tinggal sehari lagi, bisa menginspirasi kita untuk melakukan apa yang terpenting hari ini. Orang-orang seperti Steve Jobs, pencipta produk-produk Apple, juga menggunakan inspirasi ini untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru. Apalagi ia betulan sakit parah, terkena kanker yang langka, dan sekarang hidup seperti dengan waktu pinjaman. Maka dia tidak mau membuang-buang waktu, mengerjakan apa yang menjadi passion nya itu.

Atau kita menghabiskan waktu untuk bercengkerama dengan orang-orang yang kita cintai. Kita menikmati apa yang ada di dunia ini sebelum kita meninggalkannya.

Saya sendiri bagaimana?

Saya pikir sebenarnya pemikiran ini, bahwa kita tinggal punya satu hari, harus dikombinasikan dengan pemikiran bahwa kematian ada di tangan Tuhan. Misteri. Jadi kita tidak pernah tahu apa betul umur kita tinggal sehari.

Oleh sebab itu kita perlu mengkombinasi dua pemikiran yang saling bertentangan (bahwa usia tinggal sehari dan misteri kapan kita mati), dan mensintesanya. Kita perlu menggabungkannya sehingga kita mendapat keuntungan dari keduanya.

Bagaimana caranya?

Saya ‘percaya’ bahwa setiap malam saya ‘mati’. Bahwa setiap tidur saya itu ‘meninggal’. Sehingga setiap bangun pagi, saya itu seperti lahir lagi. Hidup lagi. Dengan kesegaran baru.

Dengan demikian betul hidup hanya sehari, tapi kalau Tuhan berkenan saya bisa bangkit lagi besoknya.

Karena saya mendapat inspirasi dengan adanya hari esok. Hari esok itu hari yang penuh harapan. Di mana semua kesusahan saya sudah lewat. Di mana penderitaan saya sudah lewat. Dan di hari esok, saya mendapat peluang baru, kesempatan baru untuk menjadi lebih baik.

Jadi kita harus hidup sebaik mungkin, seakan-akan hidup hanya sehari. Tapi kemudian setiap pagi kita bangkit lagi, dengan kesegaran baru. Dan tambah pintar, tentu saja.

Selamat menyongsong tahun baru…




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: