Luna Maya Mau Dipenjara?

Unbelievable. Wartawan Jakarta ingin polisi menangkap dan memenjarakan Luna Maya enam tahun karena menulis satu kalimat yang tidak menyenangkan di media elektronik.

Luna Maya memang perlu kursus berbicara dan kursus menahan emosi. Minimal saat berbicara di depan wartawan infotainmen. Kita tidak tahu apa yang dialaminya hari itu, tapi di suatu titik ia meledak sangat emosional. Maka keluarlah kata-kata yang vulgar.

Saya kira tanpa dihukumpun Luna Maya sudah terhukum. Ucapan nya itu sudah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Dia pantas ditegur. No question about it. Silahkan yang tidak pernah emosional yang duluan menegur…

Tapi harus masuk penjara enam tahun? Yang bener aja.

Wartawan sendiri yang berulang-ulang menayangkan video Luna Maya dalam keadaan emosi, ekspresi ugly, dengan kata-kata keras. Bukankah itu sudah menghancurkan citra Luna Maya? Bukankah itu sudah sangat lebih dari cukup untuk membalasnya?

Dan yang membuat orang ternganga, tuntutan hukum itu justru datang dari wartawan, dan menggunakan pasal haram di UU ITE. Astaga!

Wartawan yang setiap hari menulis tentang orang lain, tidak jarang tentang keburukannya, yang tiap hari mengejar-ngejar selebriti seperti Luna Maya agar punya bahan berita, yang memancing emosi pada selebriti, yang menyebarluaskan ledakan emosi Luna Maya, sekarang ingin melihat Luna Maya masuk penjara.

Sebenarnya wartawan sendiri sudah memberi pernyataan resmi sebelumnya bahwa Luna Maya itu bukan siapa-siapa sehingga tidak layak untuk dianggap serius. Sikap ini sebenarnya sangat arogan. Tapi OK lah.  Jadi konsisiten saja. Jangan ditanggapi. Jangan dikejar-kejar.

Dan jangan pernah menggunakan pasal haram UU ITE untuk memenjarakan orang. Apalagi memenjarakan orang yang selama ini sudah memberikan sumber berita infotainment. Karena sebaris Twitter yang emosional.

Saya pikir PWI harus datang ke polisi untuk mencabut pengaduannya. Kalau pasal haram UU ITE itu betulan digunakan wartawan, maka hukum karma akan terjadi. Di masa datang banyak wartawan akan dipenjara dengan pasal itu.


  1. Memang aneh…mestinya jangan pakai UUITE..nanti wartawan sendiri jadi terkena, bukankah mereka yang selama ini ingin ada perubahan dalam pasal UU ITE?

    Sebaiknya diselesaikan baik-baik, kelihatannya keduanya sama-sama salah…tak terbayang jika saya sedang menggendong anak terus dikejar dan dipepet wartawan …dan ceritanya sampai dekat eskalator, kalau terpeleset siapa yang tanggung jawab? LM sendiri perlu introspeksi, bahwa FB atau twitter dan lainnya adalah media yang bisa dibaca siapapun, yang bisa menimbulkan opini luas.

  2. someone

    bukan wartawan pak itu, tapi pekerja infotainment (infospam)

  3. saya dalam posisi netral. Menurut saya kedua pihak salah.

    Artis di dunia entertainment. Entertainment = publik. Sehingga, artis = figur publik. Tidak heran apabila semua kehidupannya di-ekspose pada media.

    Kalau mau menghindari gosip atau berita yang buruk, kuncinya hanya satu: jadi teladan untuk masyarakat dan JANGAN buat skandal apapun (kawin cerai, selingkuh, MBA, narkoba, korupsi, dll). Dijamin deh kalopun ada gosip, hanya sekedar gosip. Tapi kalo bikin skandal, ya jangan heran kabar buruk akan beredar dimana-mana. Gimana sih artis ini?

    Dari sisi wartawan, harusnya infotainment itu juga mengikuti kode etik dong, jangan hanya mau cari untung saja.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: