Cinta dan Tanah Lot

Jangan bawa kekasih anda ke Tanah Lot, kata tour guide kami. Anda akan saling membenci.

Tanah Lot, Bali, memang luar biasa. Begitu kita tiba di sana, kita disambut oleh laut yang menggelora. Siapapun yang tiba di sana akan mengakui kebesaran Tuhan. Seakan-akan berjumpa dengan setitik contoh kedahsyatanNya.

Tidak heran sejak dahulu orang Bali mendirikan tempat sembahyang. Pura. Tempat di mana orang bisa berjumpa dengan kekuasaan Tuhan.

Tapi lebih dari itu. Rupanya kekuasaan ilahi di Tanah Lot bisa mempengaruhi hubungan cinta. Konon bila sepasang kekasih yang belum menikah pergi ke sana bersama-sama, maka ada kuasa yang akan membuat mereka tidak saling menyukai lagi.

Jadi jangan ke sana berdua, tutur tour guide lokal, kecuali anda memang berniat ingin berpisah dan tidak ingin meneruskan hubungan.

Saya tersenyum saja mendengarnya. Masak sih begitu? Masakan Tuhan ingin memisahkan sepasang kekasih? Apa untungnya?

Tetapi tidak mungkin juga sesuatu kepercayaan bisa muncul kalau tidak ada bukit-bukti sebelumnya.

Jadi tinggal satu penjelasan saya.

Di Tanah Lot cinta anda berdua itu diuji. Apakah anda berdua benar-benar saling mencintai atau hanya saling menyukai?

Apa maksudnya?

Saya kira cinta itu pada akhirnya ada dua macam. Pertama, cinta yang didasarkan pada saling tertarik antara dua belahan jiwa. Antara dua pribadi. Kedua, cinta yang didasarkan pada ketertarikan selera. Antara dua sosok.

Sejak jaman dulu orang percaya pria atau wanita itu sebenarnya cuma setengah manusia. Mereka tidak utuh. Mereka butuh satu sama lain untuk menjadi lengkap. Utuh.

Oleh sebab itu mereka berkelana dalam hidup mencari pasangan nya itu. Si dia yang akan melengkapi hidupnya, yang membuat hidupnya utuh.

Bagaimana anda menemukannya? Dari enam miliar penduduk bumi, di mana setengahnya potensi pasangan anda, bagaimana anda tahu orang itu adalah si dia?

Nah cinta itu adalah tandanya. Anda akan jatuh cinta pada pasangan anda itu. Anda akan rindu padanya. Anda akan sakit bila terpisah darinya.

Pada saat anda dipersatukan, anda menjadi utuh. Hidup anda akan berkembang. Anda akan sanggup menghasilkan karya hidup yang luar biasa. Anda akan  tahan berjuang keras maupun  menjalani penderitaan. Dan yang terpenting, anda akan bahagia dalam susah maupun senang.

Akan tetapi ternyata cinta itu tidak gampang itu. Ada bahaya dalam cinta. Kita bisa jatuh cinta karena selera. Karena taste. Karena otak kita terlatih untuk menyukai seseorang.

Di jaman sekarang, dengan begitu banyak iklan, komersialisasi, materialisme, mode, drama, sinetron, novel roman, film, kisah selbriti, TV, dan mass media, maka manusia mengalami pembentukan selera terus-menerus.

Kita diajarkan apa itu cantik, apa itu seksi, apa itu atraktif. Semua itu didasarkan pada wujud fisik, penampilan, serta impresi.

Salon-salon didirikan oleh mereka yang pintar membentuk selera itu. Klinik-klinik kecantikan, sampai pada rumah sakit operasi plastik didorong oleh konsep pembentukan selera ini.

Anda tidak lagi jatuh cinta pada personal, pada pribadi, tapi anda jatuh cinta pada kategori.

Kategori ini didasarkan misalnya pada kulit, bentuk hidung, mata, rambut modis, bentuk tubuh, pakaian mahal terkini, mobil yang dikendarai, jabatan yang dimiliki, dan berbagai simbol modis lainnya.

Anda kemudian tertarik pada setiap orang yang memenuhi kategori ini. Anda jatuh cinta. Anda ingin hidup dengan orang yang masuk dalam kategori ini. Inilah bentuk jatuh cinta yang kedua, jatuh cinta akibat pembentukan selera.

Jatuh cinta karena selera ini berbahaya, karena personalitas anda sebenarnya tidak cocok. Dalam waktu singkat rasa cinta itu akan luntur, dan hidup rumah tangga itu menjadi dingin, dan lebih buruk lagi penuh pertengkaran. Rumah tangga berubah menjadi neraka. Begitu selera anda dipuaskan, si dia tidak lagi menarik hati anda.

Sungguh sukar bagi kebanyakan kita untuk membedakan mana cinta sejati mana cinta selera. Namanya orang jatuh cinta, kita kehilangan akal sehat.

Maka diperlukan intervensi ilahi. Dan di sinilah peran Tanah Lot itu.

Bila cinta anda adalah cinta selera, maka Tanah Lot memancarkan kuasa nya untuk melunturkan selera itu. Mensucikan anda dari cinta selera. Akibatnya anda kehilangan rasa suka satu sama lain.

Which is good

Karena anda dibebaskan satu sama lain untuk berpisah baik-baik agar bisa mencari si dia yang sebenarnya.

Jadi itu penjelasan saya tentang Tanah Lot dan legendanya tentang cinta. Dengan kata lain, bila anda berdua sepulang berkunjung ke Tanah Lot masih tetap crazy about each other, anda jadi tahu cinta anda itu jauh melebihi cinta selera.

Jadi selamat berkunjung ke Tanah Lot…


  1. Saat kulih di IPB saya juga diceramahi..”Jangan pacaran atau ajak pacar ke Kebun Raya, nanti nggak jadi..”

    Masalahnya kebun raya mengasyikkan, jadi kami sering belajar di sana, kadang rame-rame bersama teman lain.
    Tentang tanah Lot, saya baru tahu ….tapi kayaknya banyak tempat2 di Indonesia yang punya pamali seperti itu.

  2. Wah seru juga Pak
    Saya coba untuk menguji kapan kapan.🙂

  3. boleh dicoba sepertinya :)…

  4. Ada yang bilang Prambanan dan Borobudur juga.

  5. Putri

    Percaya bangett… saya 2 x brkunjung ke pura tanah lot. Awalnya cinta yg sma” menggebu” akhirnya perlahan sama” memudar…. udh 6th pcrn akhirnya putus jg…. dn skrang gx mau gagal mnjalin cinta untuk yg kedua kalinya.. saran saya buat yg blm mnikah jgn sekali” mengajak kekasih anda ke Tanah Lot klau tdk ingin putus. Saya sdh mengalami dan merasakannya sendiri…

  6. dewa ayu putu

    Waktu hari raya kuningan kemaren saya pergi sembahyank ke tanah lot bersama pacar saya…sebelum kita sembahyank kesana memang kita pasti sering berantem..dan sesudah kesana pun juga sering berantem…emank kao niat nya buat sembahyank ..juga bakal di uji nie???




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: