Malam Natal

Tadi malam kami merayakan malam natal bersama seluruh keluarga besar di Lembang.

Tahun ini tahun yang istimewa, dengan begitu banyak berkat bagi kehidupan kami. Sebenarnya setiap tahun, setiap saat, berkat Tuhan itu selalu berlimpah. Tapi tahun ini kami lebih sensitif melihatnya.

Bulan Desember ini saya banyak pergi-pergi ke luar kota. Berhari-hari meninggalkan rumah. Oleh sebab itu blog saya ini banyak bolong nya.

Tapi Ina sudah pesan tanggal 24 nanti seluruh kerabat akan berkumpul di Lembang. Dan saya perlu ada bersama di sana.

Di Lembang hari mendung, gerimis, dan dingin. Tapi senang sekali. Saudara bersaudara dari Jakarta bisa bertemu. Anak-anak dan keponakan bisa saling berbagi kegembiraan. Kami orang tua saling bersyukur. Semua masih sehat, kuat, dan sukacita.

Natal itu berarti pembebasan. Pembebasan dari suatu kehidupan yang tidak bermakna. Pembebasan dari kehidupan yang dikejar ketakutan dan depresi. Pembebasan dari kehidupan yang saling berkompetisi dan saling menyisihkan.

Dan semua itu membutuhkan perjuangan. Membutuhkan pengorbanan. Membutuhkan jerih payah.

Pengorbanan ini bukan hanya untuk mencapai sesuatu. Untuk memperoleh sesuatu. Tapi lebih dari itu. Pengorbanan untuk menghapus kesalahan. Menghapus ikatan dosa. Menghapus trauma. Pengorbanan untuk mampu mengampuni.

Saya pikir, maksud hari Natal adalah bahwa kehidupan manusia di muka bumi ini haruslah dibangun oleh belas kasihan. Oleh pertobatan. Oleh pengampunan. Oleh saling memaafkan. Saling menyayangi.

Semua perlu berjuang untuk maju dan mendapatkan kegairahan kehidupan. Tetapi pada saat yang sama, semua perlu berkorban agar mereka yang tersisih dapat kembali menjadi bagian dari kegairahan kehidupan. Sehingga damai yang sejati tercipta di muka bumi.

Tuhan ingin mengatakan bahwa manusia itu bukan hewan yang didorong hanya oleh dorongan evolusi. Oleh kompetisi survival of the fittest. Saling bersaing. Adu kuat. Adu pintar. Berjuang supaya menang, mengalahkan sesamanya.

Sepanjang sejarah kehidupan manusia, Tuhan selalu mengintervensi kehidupan agar semua orang bisa mengambil bagian dalam kehidupan itu. Tidak ada yang tertinggal. Tidak ada yang tersisih. Tidak ada yang kalah. Tidak ada yang terbuang. Tidak ada yang hilang. Tidak ada yang hak-haknya dirampas. Inclusion of the weakest.

Mengapa demikian?

Karena begitu banyak kemajuan akan datang dari mereka yang lemah. Begitu banyak kebaikan yang akan datang dari mereka yang tersisih. Begitu banyak kehebatan akan datang dari mereka yang kalah. Begitu banyak kekuatan yang datang dari mereka yang lembut hati. Mereka itu yang kemudian menyelamatkan kita semua dari bencana dan keterpurukan.

Dunia diisi oleh kisah heroik orang yang bangkit dari keterpurukan, dari kelemahan, dari keterabaian, dan kemudian muncul melakukan karya yang mencengangkan. Memajukan peradaban.

Hari ini umat Kristen merayakan kelahiran bayi Yesus Kristus. Yang lembut. Yang lemah. Yang miskin. Yang tidak memiliki apa-apa. Tetapi kemudian bangkit dengan keteguhan hati melakukan pengorbanan terbesar, memberikan diriNya sendiri, untuk keselamatan umat manusia.

Di atas fundasi pengorbanan ini kemanusian kita menurut visi Tuhan di bangun di muka bumi.

Selamat Natal!


  1. selamat natal, pak🙂

  2. Selamat Natal, Pak ^_^

  3. Henny

    Selamat Natal & Tahun Baru!

    Let’s walk in faith & have a fruitfull life to glorify Thy name.

    Gbu n fam!

  4. Selamat natal pak

  5. selamat natal dan tahun baru 2010..
    http://boeangsaoet.wordpress.com




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: