Ubuntu 9.10 di Lenovo C300

Sebagai hadiah Natal tahun ini, saya belikan Ina sebuah komputer all-in-one  Lenovo C300. Saya pasang Ubuntu 9.10 di situ. Ternyata bagus sekali. Anak-anak suka.

Di ruang keluarga kami biasanya ada komputer Mac mini. Ina dan anak-anak menggunakannya untuk akses Internet. Belakangan Ina sering mengontak teman-temannya melalui Facebook. Dan dia mengeluh karena monitor komputer ini mulai bermasalah. Dan MacOSX cukup lambat di Mac mini.

Jadi saya mulai cari-cari komputer untuk menggantikan Mac mini ini. Pilihan saya jatuh ke Lenovo C300. Ini komputer unik, karena all-in-one. Artinya monitor dan CPUnya disatukan. Kita cukup menghubungkan layar komputer ini dengan power supply, mouse, dan keyboard. Tidak ada kabel berseliweran lagi.

Komputer ini sendiri datang dengan memori 2GB, hardisk 320 GB, ATI graphics, dan layar LCD 19 inchi, dengan desain yang cantik. Keyboard dan mouse bawaan Lenovo empuk dan enak untuk digunakan. Prosesornya Atom, sehingga tidak panas dan hemat energi.  Mesinnya hening dan tidak bising. Namun prosesor Atom yang ini kebetulan punya dua core. Sehingga kecepatan kerja cukup terjamin. Memainkan DVD tidak masalah, gambar tidak tersendat-sendat.

Dengan harga $580, komputer ini tidak dilengkapi dengan Windows. Hanya ada FreeDOS. Jadi saya download file image Ubuntu 9.10 Desktop dari repositori di kampus ITB, burn ke CDROM, dan menginstallnya ke komputer ini.

Hasilnya bagus sekali. Ubuntu berjalan dengan lancar dan mulus. Saya suka. Ubuntu 9.10 ini adalah versi Ubuntu yang terbaik saat ini.

Melalui Internet saya bisa memasang berbagai aplikasi dan games untuk Marco dan Andria. Apalagi saya sudah pasang compiz, cairo dock serta desktop background dari berbagai sumber, termasuk dari Windows 7. Memori 2GB untuk Ubuntu itu sangat leluasa. Komputer menjadi sangat responsif.

Ini adalah satu-satunya komputer di rumah saya dengan sistem pengoperasi Ubuntu only. Yang lain dual boot, Windows dan Ubuntu. Dan ternyata Ina dan anak-anak suka sekali. “Marco paling suka komputer Ubuntu,” celetuk Marco, “Lebih bagus dari Macintosh, lebih bagus dari Windows…”

Sekarang Marco sudah fasih mengunakan Linux. Dia bahkan sudah memasang aplikasi games Linux sendiri. Padahal usianya baru akan 10 tahun hari minggu besok.

Saya cuma tersenyum senang, karena kado pilihan saya sukses. Sukses memperkenalkan Linux pada anak saya. Ternyata untuk memperkenalkan Linux, anda perlu hardware yang bagus juga semacam Lenovo C300 ini. Jadi pengalaman keseluruhan menjadi bagus.


  1. si didit

    wah pak jangan-jangan tahun depan Marco sudah bisa main-main kernel, hehehe.. senang tahu kalau Ubuntu bisa menarik bagi anak-anak🙂

  2. saya jadi semakin ingin memakai Linux😀

  3. dearda

    mbak, boleh minta saran g, kl pgn tahu instal linux dr begginner, apa yg hars dipelajari dl..hehe.dari dl sy penasaran sm linux, tp g ada tmn yg mau memperkanalkannya sm sy..dijogja,,bahkan hampir tdk ada rental CD program bajakan yg menyediakan CD installer ubuntu…dl wkt sy pgn instal adalah versi 8.10..eh skr udah 9.10..cepet bgt perkembangannya..jd pgn nyoba bnr2.
    mksi ya mbak infornya nanti




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: