2012 Kiamat?

Film 2012 memang seru. Kalau hari kiamat datang, haruskah kita takut atau gembira?

Saya senang menonton film 2012. Special-effect nya hebat. Seru sekali melihat bencana raksasa datang silih berganti.

Tetapi terlihat bahwa kiamat itu diasosiasikan dengan bencana. Sehingga kita ketakutan. Padahal logika kita bilang, kalau bencana sebesar itu, nothing we can do. Rasa takut itu sinyal agar kita berusaha menghindar dari bencana. Tapi kalau bencana itu tidak terhindarkan, maka rasa takut itu sebenarnya percuma.

Terlebih lagi kebanyakan kita adalah orang beriman, percaya akan datangnya kiamat. Judgement day. Dan kita percaya dalam hari kiamat itu, kita yang ber-iman akan selamat. Penderitaan kita berakhir. Minimal kalaupun mati secara fisik, kita akan bangkit dan masuk surga. Begitu bukan?  Jadi hari kiamat sebenarnya membawa kebahagiaan, ya?

Saya perhatikan sebenarnya kita ternyata diminta untuk percaya hari kiamat, bukan hari penciptaan. Kita di minta beriman akan adanya judgment day nanti, bukan creation day jaman dulu.

Apa artinya?

Artinya kita harus berorientasi ke depan. Kita harus selalu memandang ke muka. Kita selalu harus percaya akan hari depan yang lebih cerah.

Orang beriman itu jangan dibelenggu oleh masa lalu. Jangan mengidolakan keemasan masa silam. Jangan mengagung-agungkan yang sudah lewat. Jangan sibuk dengan kenangan. Apalagi mengandalkan apa yang terjadi jaman dulu.

Sebaliknya janganlah trauma masa lalu membatasi hidup kita. Jangan kita merasa manusia gagal karena pernah berbuat kesalahan. Jangan kita meratapi yang sudah lewat. Jangan kita mendefinisikan diri kita dengan apa yang telah terjadi di hari kemarin.

We are much better than that. Kita adalah manusia-manusia masa depan. Jati diri kita ditentukan oleh hari esok. Kita sebesar impian kita. Kita sebesar cita-cita kita. Kita harus sibuk memvisikan masa depan kita dan melangkah menuju visi kita itu.

Jadi itulah makna sebenarnya dari orang beriman akan adanya hari akhir nanti. Bahwa kita adalah manusia masa depan. Kita percaya hari esok selalu lebih baik. Masa depan yang cerah sudah disiapkan Tuhan untuk kita, sampai puncaknya pada hari kiamat.

Dan kita mengisi hari-hari kita untuk melangkah membangun tangga menuju masa depan itu.


  1. Saya gak ngerti apakah negara kita ini masih ada secara hakekat… rasanya kok kiamat. Salam




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: