Automaton

Bagi seorang perancang, konsep automaton sangat penting. Karena perancang yang berhasil adalah perancang yang membuat sebuah automaton.

Pada prinsipnya sebuah automaton adalah sebuah sistem yang bekerja otomatis, bekerja sendiri, yang seringkali untuk menggantikan makhluk hidup.

Orang membuat automaton untuk meniru manusia atau hewan. Misalnya orang membuat boneka yang bisa bergerak seperti orang. Atau binatang-binatangan yang bisa terlihat hidup.

Tetapi bisa lebih dari itu.

Mobil, misalnya, adalah sebuah otomaton yang meniru kereta kuda. Mesin mobil adalah pengganti kuda. Bahkan, tenaga mesin pun masih diukur dengan berapa tenaga kuda. Pada awalnya, mesin masih mati dan perlu dipicu. Pada putaran mesin tertentu, mesin menjadi “hidup”, artinya bisa berputar sendiri

Komputer pun suatu automaton. Ia bisa bekerja sendiri melakukan perhitungan. Mirip, bahkan lebih canggih dari manusia. Kalau sudah boot, komputer “hidup”, dia siap menunggu perintah dari kita.

Suatu automaton bisa “hidup” bila kita mengenali dengan tepat tiga hal: (1) entitas penyusun sistem, (2) gaya dorong (atau forces) yang bekerja pada entitas itu, dan (3) konfigurasi dari entitas-entitas penyusun sedemikian sehingga gaya-gaya (forces) yang terlibat bekerja secara interaktif untuk membuatnya “hidup”.

Mesin mobil motor bakar misalnya terdiri dari entitas seperti engkol, ruang kompresor, penyalur bahan bakar, serta pemantik api. Bahan bakar yang masuk ke ruang komprosesor kemudian dipampatkan oleh engkol. Pada kepadatan maskimum, pemantik memercikkan api sehingga terjadi ledakan pembakaran. Ledakan ini memuaikan gas dalam ruang bakar, menekan engkol sehingga sehingga bisa memutar as mesin. Semua ini terjadi dalam suatu siklus mesin, di mana gaya-gaya mekanika bekerja menghasilkan mesin yang hidup, dengan as mesin berputar sendiri.

Komputer juga serupa. Gaya-gaya yang terlibat adalah gaya listrik, yang menyebabkan terjadi perpindahan elektron, serta gaya informasi (oleh unit kontroler) yang memindah-mindahkan informasi dari satu tempat ke tempat lain dalam komputer. Inipun terjadi dalam satu siklus, yang disebut siklus instruksi, yang dikendalikan oleh program counter.

Jadi gaya-gaya ini bekerja pada entitas komponen sistem dalam suatu konfigurasi sedemikian sehingga sistem ini menjadi “hidup”.

Jadi apa tugas seorang perancang?  Ia harus tahu sebuah platform sistem automaton. Kemudian dia harus melakukan rekonfigurasi dan memodifikasi platform ini sehingga ia memperoleh automaton untuk kebutuhan tertentu.

Perancang bangunan mengkonfigurasi automaton dengan gaya tarik mekanika dan gaya tarik bumi. Perancang mobil mengkonfigurasi automaton dengan gaya mekanik energi gerak. Perancang sistem listrik menkonfigurasi automaton sehingga energi dari sumber bisa dikonversi menjadi listrik dan mengalir menuju pelanggan dalam bentuk listrik. Perancang sistem kompuer mengkonfigurasi automaton sehingga program bisa dijalankan menproses data.  Peracang aplikasi web mengkonfigurasi automaton berbentuk program yang berjalan pada webserver.

Tidak hanya itu.

Perancang organisasi mempelajari gaya dorong pada pekerja (motivasi, gaji) sehingga organisasi bisa berjalan melakukan fungsinya. Perancang pabrik itu mengkonfigurasi automaton yang terdiri dari alat produksi dan pekerja pabrik, sehingga pabrik bisa bekerja memproduksi barang tanpa campur tangan pemilik pabrik.

Sekarang, bagaimana dengan perancang layanan atau services? Bahkan perancang karya seni?

Menurut saya, sebuat layanan juga adalah sebuah automaton. Entitas yang terlibat termasuk pengguna. Gaya yang terlibat adalah gaya kebutuhan, yang mendorong pengguna untuk berinteraksi dengan sistem layanan.

Karya seni pun pada dasarnya komponen dari sebuah automaton. Penikmat karya seni itu membentuk sebuah automaton dengan produk seni itu. Gaya yang terlibat adalah gaya-gaya tarik estetika.

Mengapa ada produk laku dan ada yang tidak? Produk yang laku adalah produk yang dalam proses marketing dan penjualannya berhasil membentuk automaton dengan calon pembeli. Kecocokan ini menjadi gaya dorong untuk membeli.

Jadi konsep automaton sangat penting. Anda yang sedang kuliah, pastikan anda menguasai berbagai automaton yang ada dalam bidang anda. Kemudian anda gunakan platform automaton ini untuk direkonfigurasi menjadi automaton yang cocok untuk masalah yang spesifik. Dengan demikian, seorang desainer perlu menguasai berbagai automaton, kemudian tahu cara memodifikasinya untuk pengguna.

Tanpa menguasai konsep automaton, hasil perancangan tidak sustainable untuk dipakai atau dijual.

Advertisements

  1. Di dunia bisnis juga sangat penting pak…bagaimana kita merancang suatu sistem yang bisa memberikan early warning signal jika terjadi kesalahan, sehingga bisa segera diperbaiki.

  2. hmm bahasanya agak tinggi, tapi secara keseluruhan saya mengerti kok. Dan saya baru tahu kalo itu sebabnya tenaga mobil menggunakan satuan horse power.

    Kapan2 pak bisa bahas standard horse power? 1 horse power itu berdasarkan apa? 😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: