Windows 7

Sebagai pengguna Ubuntu dan opensource, saya cuma punya satu komentar tentang Microsoft Windows 7: damn, it is good

Beberapa waktu lalu saya menset beberapa komputer Gladys dan Andria, dengan menginstall Windows 7 di komputer mereka. Saya sebenarnya agak pesimis. Mau seperti apalagi operating system dari Microsoft? Pikiran saya, Microsoft itu kagok banget. Kalau mau features-nya bagus, biasanya buggy dan lambat. Kalau mau stabil dan lancar, features-nya kuno.

Ternyata Windows 7 beda, featuresnya bagus, OS nya stabil dan lancar.

Prediksi saya Windows 7 akan sukses, sesukses Windows 98 dan Windows XP.

Harus diakui, Microsoft itu hebat. Hebat itu maksudnya bisa membuat produk bagus, bisa membuatnya efisien, dan bisa membuatnya populer atau laku. Biasanya orang cuma bisa salah satu. Microsoft bisa tiga-tiga nya.

Menarik juga melihat strategi Microsoft. Mereka mulai dengan meluncurkan OS berat dengan feature yang hebat, tapi buggy dan clumsy. Dua tahun kemudian mereka meluncurkan versi ringan nya, yang lebih efisien, tapi tetap dengan feature yang bagus. Mereka dulu mulai dengan Windows 3.0, dan 3.1 yang banyak masalah, yang kemudian berakhir di seri Windows 98, yang sangat sukses. Beberapa tahun kemudian, mereka meluncurkan Windows NT, yang hebat tapi berat dan banyak masalah. Kemudian disusul kemudian oleh versi ringannya: Windows XP, yang sangat sukses.  Beberapa waktu lalu mereka meluncurkan Vista, dengan features baru. Tapi berat, kalau tidak punya 2 GB RAM forget it.  Dua-tiga tahun kemudian Vista diringankan dengan Windows 7.

Strategi yang sepertinya sederhana, tapi efektif.

Pada Windows 7, Linux macam Ubuntu sekarang punya kompetitor yang sama sekali tidak gampang untuk dikalahkan. Maksudnya, pengguna Windows akan semakin sukar pindah ke Linux karena adanya Windows 7.

Tetapi ini harusnya menarik. Bagaimana inovasi baru di komunitas opensource, dengan dukungan kompetitor Microsoft– seperti Google, SUN dan IBM — bisa dipicu, sehingga dunia komputasi semakin menarik.

It is a good thing


  1. sistem operasi hanya satu dari komponen perang Pak (lansekap/terrain). masih ada unsur pasukan/jenderal (SDM), struktur(bangunan/aplikasi), dan strategi (teknik problem solving).

    strategi microsoft yang seperti ini sepertinya bukan kebetulan Pak. mengeluarkan versi berat memobilisasi orang untuk meng-upgrade hardware dengan iming-iming feature. industri hardware ngebul lagi, kalo udah lumayan banyak yang punya hardware high-end. baru microsoft merilis sistem operasi yang kualitasnya bagus, dan karena user (yang sudah terlanjur beli) nggak mau rugi jadinya lebih memilih ‘tukar-tambah’ daripada migrasi.

    strategi yang efektif, tapi apakah ini strategi yang baik?

  2. Saya agak sulit membayangkan bahwa Microsoft benar2 sengaja membuat NT dan Vista berat (& almost useless) hanya untuk memuluskan marketing XP dan W7. Lebih mungkin bahwa yang terjadi adalah improvement atau correction, instead of strategic marketing.

    Bukan berarti kita tidak bisa belajar dari hal itu🙂.

  3. Saya baru sadar akan strategi ini. Tapi mau bagaimana lagi? Laptop saya yang ram nya hanya 1 GB ini memang preinstalled vista. Yah, kalo feedback windows 7 bagus, saya akan mempertimbangkan untuk upgrade.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: