Orang Berilmu

Anda baru betulan berilmu bila anda menguasai tiga pengetahuan: tentang kebenaran, tentang keindahan, dan tentang kebaikan. Dan ini bukan cuma soal berfilsafat khayal. Ini sangat praktis.

Kebenaran itu jawaban tentang misteri hidup, tentang realitas, tentang alam, tentang diri kita, tentang hubngan antar makhluk. Kebenaran ini bersifat deskriptif, gambaran, sifat, dan realitas.

Karena misteri hidup ini sangat luas, kita biasanya hanya mampu memperoleh sepotong, sepenggal dari kebenaran itu. Sebagian ini kita temukan dengan metoda ilmiah, dan menjadi kebenaran ilmu pengetahuan.

Kalau anda tahu apa realitas hidup ini (apa hakekat hidup ini, bagaimana alam bekerja, bagaimana tubuh kita bekerja, bagaimana interaksi antar makhluk), maka anda orang berilmu. Ilmuwan. Scientists. Guru. Ulama. Skolar. Inventor.

Keindahan lain lagi. Ini ilmu tentang cara memenuhi kebutuhan rasa estetika, rasa etika, rasa sukacita, rasa bahagia, rasa suka, rasa puas. Pengetahuan di sini adalah pengetahuan tentang daya cipta dan daya empati. Ini tentang menstimulasi kegembiraan hati. Ini tentang membangun rasa suka. Kalau anda tahu apa yang disukai orang, apa yang membuatnya senang, apa yang menggembirakannya, maka anda orang berilmu yang ini. Kreatif. Designers. Perancang. Artis. Pemusik. Penari. Pencipta. Inovator.

Kebaikan punya dua konotasi. Satu: kebajikan. Dua: valid dan reliable. Saya lebih menekankan pada konotasi yang kedua. Baik itu berarti seimbang antara mencapai maksud dengan daya jangkau. Artinya, kita juga tahu cara membuatnya efisien, murah, hemat (bahan, energi, harga, waktu, ruang), gampang, ringan, tidak ribet, ….pokoknya terjangkaulah.

Ini butuh pengetahuan khusus juga. Butuh pengetahuan tentang manajemen organisasi, tenatang kerjasama sosial, tentang mengotomasi proses, tentang merekayasa sistem produksi, tentang membuat program komputer untuk melakukan sesuatu itu secara berulang. Ini butuh kemampuan melihat redundansi dan irelevansi, untuk kemudian dikeluarkan dari solusi. Ini butuh ilmu cara mengerahkan resources secara optimal untuk mencapai tujuan.

Orang berilmu seperti ini sering disebut enjinir, leader, manajer, entrepreneur, profesional, atlit.

Jadi demikian, folks, ada tiga macam ilmu yang harus dikuasai orang berilmu: kebenaran, keindahan, dan kebaikan.

Sepertinya ada tiga macam orang berilmu. Tidak juga. Kita harus menguasai tiga-tiganya. Misalnya seorang atlit dari sebuah cabang olahraga (sport) harus tahu (1) science mengenai tubuhnya dan makanannya, (2) lika-liku excitement prestasi apa yang dicari (ditonton) dalam sport itu, dan (3) bagaimana tubuhnya (dan alat bantu) bisa dipacu untuk mencapai prestasi itu. Atlit yang besar pastilah ilmuwan di ketiga hal itu.

Konsep ini juga berlaku bagi kita semua.

Selamat menjadi orang berilmu…..

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: