Real Democracy

Demokrasi itu bukan sekedar pemilu, rakyat mencari pemimpin yang baik. Tapi dalam sebuah demokrasi rakyat menjadi warga negara yang baik, yang membangun bangsa. Itu esensi demokrasi.

Banyak orang berpikir bahwa demokrasi itu berarti pemilu. Pemilihan pemimpin yang baik oleh rakyat. Suara terbanyak menentukan siapa yang terpilih.

Ini tidak sepenuhnya tepat. Karena demokrasi yang sebenarnya adalah pemberdayaan rakyat untuk berjuang membangun bangsanya. Demorasi berarti kesediaan kita semua untuk melakukan kewajiban kita. Bersedia berkorban. Mau menderita. Mau bayar pajak. Mau kerja keras. Mau hidup tidak mewah. Mau berjuang. Mau dicabut dari kenyamanan kita, pada saat bangsa kita membutuhkannya.

Demokrasi pada prinsipnya adalah memberikan rakyat kekuasaan untuk mengubah nasib. Meletakkan rakyat pada posisi aktif berjuang. Menempatkan rakyat pada barisan terdepan sebagai pelaku perjuangan.

Jadi seorang pemimpin dalam sebuah demokrasi bukanlah satu-satunya pelaku, yang kita rekrut seperti pembantu rumah tangga, yang kita tugasi semua urusan kita, sehingga kita bisa duduk-duduk nonton TV. Jadi demokrasi yang sebenarnya bukanlah mencari pemimpin yang berjuang untuk kita, dan kita tinggal duduk-duduk tunggu hasil.

Dalam demokrasi, kita mencari pemimpin yang mampu membangun solidaritas kita semua untuk berjuang bersama. Untuk mengorbankan diri. Untuk meletakkan kepentingan semua di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Dalam demokrasi ada asumsi dasar bahwa satu orang tidak akan mampu berjuang untuk mengubah nasib kita semua. Asumsi dasar adalah kita semua harus berjuang dan berkorban untuk kemajuan bersama. Dan kuasa untuk berjuang ada di tangan setiap warganya, bukan di satu orang.

Itu makna suatu demokrasi.

Selamat datang rektor baru ITB yang demokratis, Prof. Dr. Akhmaloka. Semua warga kampus mendukung Bapak. Semoga sukses!


  1. wah, ternyata sudah terpilih Pak Akhmaloka ya..
    Semoga ITB jadi lebih baik dibawah kepemimpinan beliau. aamiin🙂

  2. Demokrasi memang ada yg benar-benar substansial dan ada pula yg hanya sekedar prosedural … Mudah-mudahan kita menuju ke arah yg lebih baik, meski itu tidak mudah …




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: