Peluang

Bagaimana Tuhan memberi anda peluang? Melalui masalah….

Hidup tanpa masalah adalah hidup yang lempeng, lurus-lurus, tanpa banyak yang berubah. Jadi hidup yang nyaman dan aman itu adalah hidup yang tidak mengubah nasib.

Perubahan terjadi pada saat kenyamanan hidup kita terusik. Pada saat kita terganggu. Pada saat kita menghadapi masalah. Krisis.

Sebenarnya ini soal persepsi kita. Kalau kita ingin mempertahankan status, maka masalah itu kita anggap ancaman. Tapi kalau kita ingin mengubah nasib, masalah itu adalah peluang. Peluang mengubah nasib.

Tetapi, bagaimana caranya menjadikan setiap masalah kita, krisis, sebagai peluang perbaikan nasib?

Pertama, kita harus membebaskan diri dari emosi negatif. Kalau kita tidak waspada, maka kita jengkel, kecewa, marah, tegang, takut dalam menghadapi suatu masalah. Emosi ini powerful. Ia membawa diri kita dalam ketegangan, stress, dan berpikiran negatif. Kita jadi berusaha untuk tidak kehilangan, tidak rugi.

Sebaliknya, kita perlu membuat emosi kita netral. Bahkan kalau bisa kita excited. Memang tidak selalu mudah. Tapi minimal netral. Kita tidak melibatkan emosi kita. Persis seperti saat kita melihat bulan purnama, bulan sabit, atau tidak ada bulan di langit. Fakta, yang tidak perlu membuat kita emosional.

Kedua, kita melihat perbaikan nasib apa yang dimungkinkan dalam krisis ini? Posisi lebih baik apa yang dimungkinkan lewat akhir dari krisis ini? Misalnya, anda masuk rumah sakit, harus diopname. Maka, bayangkan anda jadi punya waktu untuk mencari ide baru, anda punya waktu ngobrol dnegan teman yang menjenguk, anda punya waktu untuk menghentikan kebiasaan yang buang waktu, anda bia melatih diri untuk punya kebiasaan sukses, dan paling penting anda bisa jadi super sehat sepulangnya dari rumah sakit. Pada akhirnya krisis ini membuat anda menjadi a better person.

Ketiga, tentu anda perlu bertindak. Bertindak mengatasi krisis? Mungkin ya mungkin tidak. Tapi lebih penting lagi, bertindak melangkah menuju perbaikan nasib itu. Analogi saya, seperti kita mengalami bencana atau gempa bumi. Kita tidak mengatasi gempa bumi itu, karena itu maha sukar. Yang kita lakukan adalah lari, kabur, sambil menghindari dari jatuhnya puing sana sini, menuju tempat yang lebih baik. Atau, kalau rumah kita betulan rubuh, maka dengan dana bantuan, kita membuat rumah impian, dengan desain yang lebih bagus dan bahan yang lebih kuat. Akhirnya, rumah kita jauh lebih bagus ketimbang sebelum gempa.

Jadi menghadapi masalah dan krisis, kita punya pilihan: panik menahan krisis sambil berusaha untuk tidak kehilangan, atau mencari peluang agar krisis itu mengangkat kita ke posisi yang lebih baik.

Dengan demikian, kita mengerti sekarang, mengapa Tuhan mengijinkan kita menghadapi masalah dan krisis dalam hidup ini. Tuhan ingin nasib kita membaik. They are His blessings for you and me




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: