Cita-Cita

Orang bercita-cita ingin memiliki sesuatu. Rumah besar, mobil, uang banyak. Menurut saya jangan begitu. Cita-cita kita haruslah menjadi sesuatu. Menjadi seseorang yang kita idealkan.

Banyak orang berebut untuk menjabat sesuatu, menjadi sesuatu, sebagai sasaran antara. Misalnya dia jadi menteri, pejabat, direktur, pimpinan, kepala atau rektor. Tujuannya sebenarnya supaya nanti dia bisa dapat banyak uang. Dapat rumah. Dapat mobil.

Ini akhirnya tidak matching. Karena ia jadi tidak sepenuh hati menjalankan jabatan itu. Kan cuma sementara. Kan cuma tujuan antara. Kemudian harta yang dimilikinya tidak cocok dengan status dan tugas.

Seharusnya orang menjadi sesuatu yang ideal. Sosok nya itu yang dikembangkan. Dirinya yang dikembangkan. Nah untuk mencapai status ideal itu, ia harus melakukan tugas yang cocok. Tugas yang terkait dengan status itu. Tugas itu biasanya berarti pelayanan pada orang lain. Nah barulah dia mencari uang dan barang yang diperlukan untuk melakukan tugas tersebut.

Sebagai contoh, kita ingin menjadi dokter ahli yang bisa menyembuhkan banyak orang. Ini sosok yang mulia. Sosok yang ideal. Pantas untuk dikejar.

Nah seorang dokter itu berugas menyembuhkan pasien. Bertugas memeriksa orang sakit. Mengurusinya sampai sembuh. Itu tugas yang sejalan dengan status kita itu.

Kemudian barulah kita mencari uang, materi, bangunan. Tapi semata-mata agar tugas kita berjalan baik. Mobil yang kita beli itu untuk mengantarkan kita ke rumah sakit. Kalau kelebihan uang ya beli ambulans. Gedung yang kita beli itu klinik atau rumah sakit. Alat yang kita beli itu alat lab, alat untuk periksa.

Dengan demikian status, tugas, dan harta kita cocok. Matching.

Jadi jangan seperti banyak orang. Harta nya tidak cocok dengan statusnya. Benda yang dimiliki tidak menunjang pekerjaannya.

Seharusnya harta yang kita miliki itu secukupnya saja untuk menjalankan tugas kita yang sesuai dengan status ideal impian kita.

Saya jadi ingat, saat Leonardo Da Vinci di tanya, apa masterpiece terbesar yang anda pernah buat?  Jawabnya:….. Leonardo Da Vinci! Jadi ia menjadikan dirinya sendiri mahakarya, sesuatu yang dibangunnya tiap hari bertahun-tahun sampai ia mati.

Kitapun begitu. Daripada sibuk memperbesar harta kita, lebih baik kita sibuk menjadi kan diri kita sosok ideal. Masterpiece.


  1. his

    it’s not what you achieve, but what you become. i think that’s added something.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: