Dr. Tererai Tent dan Dr. Booke Magnanti

Ada dua wanita luar biasa: Dr. Tererai Tent dan Dr. Booke Magnanti. Keduanya berjuang untuk mendapatkan PhD. Tapi dengan cara yang unik.

Tererai Tent seorang ibu dari sebuah kampung di Zimbabwe, kelahiran 1965. Ia cuma bisa mengeyam SD selama satu tahun, kemudian dikawinkan pada usia 11 tahun dengan seorang pria Zimbabwe. Suaminya ini sering kasar dan memukulinya. Hidupnya pada dasarnya selesai: tinggal di rumah dan mengurusi anak sambil dipukuli suaminya yang ternyata pemalas.

Sampai suatu hari ia bertemu sebuah lembaga swadaya masayarakat, LSM, yang mengajarkan bahwa wanita bisa punya mimpi. Dan mimpinya tidak tanggung-tanggung. Tererai Tent ingin lulus S1, S2, dan S3. Maka mulailah perjuangan nya yang tidak masuk akal. Ia berusaha menyelesaikan sekolah menengah melalui berbagai sekolah jarak jauh.

Dan di tahun 1998, ia berhasil mendaftar Oklahoma State University. Kerabatnya menjual segala harta agar Tent bisa membawa anak-anaknya ikut ke US. Dan suaminyapun memaksa ikut.

Setelah melalui perjuangan yang tidak terperikan, termasuk mencari makan dari tempat sampah, Tererai Tent berhasil mencapai impiannya. Bulan lalu Tent berhasil mempertahankan disertasi PhD nya di Western Michigan University. dan bulan depan Dr. Tererai Tent akan diwisuda.

Luar biasa ya? inspiring…

Tidak kalah mencengangkan adalah perjuangan Booke Magnanti. Ia PhD student di London Inggris. Dan dia kehabisan uang. Ia berusaha mencari part-time jobs sebagai computer programmer, tapi tidak memuaskan.

Tahu apa yang dilakukannya? Selama dua tahun (2003-2004) dia memutuskan untuk menjadi prostitusi kelas atas London. Sampai dia lulus S3. Dan dia menuliskan detail pengalamannya selama itu secara anonimus di blog nya. Sekarang Dr. Brooke Magnanti bekerja sebagai dosen/peneliti di University of Bristol.

Wah, yang ini luar biasa juga, meskipun bikin kita garuk kepala.


  1. Mungkin seperti film “Beyond 21” ya. Ada beberapa anak yang diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT).
    Untuk biaya kuliahnya, dia memutuskan mencari uang dengan bermain judi di Las Vegas. Dengan ilmu matematika probabilitasnya, dia meraih uang yang sangat banyak karena hampir selalu menang dalam perjudian.

  2. Saya sudah nonton film Homeless to Harvard yg diangkat dari kisah Liz Murray dengan orang tua yg drug-addict. Cukup mengharukan sekaligus inspiring …

  3. Tragis ya Pak, banyak sekali orang yang mampu secara ekonomi malah menyia-nyiakan kesempatan studi sementara di luar sana lebih banyak lagi orang yang pengen belajar tapi tidak punya uang.😦




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: