Digital Learning

Bisakah teknologi digital membantu proses belajar?

Teknologi digital itu pada prinsipnya mentransformasi dan memproses sesuatu dengan representasi bit. Teknologi informasi mentransformasi dan memproses informasi secara digital.

Bagaimana caranya agar teknologi ini membantu proses belajar?

Sebenarnya proses belajar itu adalah proses transfer informasi. Interaksi informasi. Ini bertujuan agar pengetahuan, sikap, atau skill tertentu dapat diadopsi oleh anak didik. Jadi mestinya teknologi bisa membantu, ya.

Kalau kita telaah lebih lanjut, proses belajar sebenarnya membentuk jaringan baru dalam otak kita. Sebagaimana diketahui, otak kita terdiri dari 100 miliar sel neuron, di mana 30 miliar ada di korteks (permukaan otak). Sel-sel ini dapat terhubung satu sama lain melalui hubungan sinapsis. Yang namanya belajar adalah membuat hubungan-hubungan sinapsis baru. Jaringan baru. Pada saat hasil belajar digunakan, maka jaringan baru ini akan membuat neuron-neuron yang sudah terhubung itu untuk aktif bersama. Jadi semakin banyak jaringan sinapsis yang dibuat, semakin cerdas kita, semakin pintar kita, semakin pandai kita.

Seberapa besar potensi belajar kita? Saat ini kira-kira kita memiliki jumlah koneksi sinapsis 100 triliun (10^14) koneksi. Ini banyak sekali. Tapi potensinya jauh lebih besar lagi. 30 miliar neuron di korteks berpotensi memiliki koneksi lebih dari 10^sejuta koneksi. Itu bilangan 10 dengan sejuta nol di belakangnya. Dengan kata lain, potensi belajar otak manusia itu maha dahsyat.

Persoalannya, mengapa tidak banyak yang kita pelajari? Kita yang lulus sarjana kok seperti tidak tahu apa-apa. Kemudian, mengapa untuk mempelajari yang tidak banyak itu dibutuhkan waktu cukup lama? Butuh 16 tahun sekolah untuk jadi sarjana.

Atau dengan kata lain, bisa tidak teknologi digital membuat banyak koneksi sinaptis dalam otak kita? Belajar kita bisa efektif? Bisa tidak prosesnya dipercepat? Misalnya dalam 8 tahun orang bisa jadi sarjana?

Menurut pengamatan anak kecil memiliki kemampuan belajar yang tinggi. Maksudnya, tanpa effort yang besar, mereka bisa mengadopsi skill dan pengetahuan yang besar. Mereka bisa berbahasa, bahasa asing, dengan mudah sepanjang diajarkan waktu kecil. Ini karena ada masa otak kita cair, stimulus apapun yang masuk segera membentuk jalur sinaptis. Begitu kita masuk sekolah, otak kita agak membeku. Harus ada effort besar, latihan berulang-ulang agar otak beku kita menguasai suatu kemampuan kelas dunia.

Yang bikin sulit adalah satu-satunya metoda belajar saat ini adalah melalui pengajaran guru. Teaching. Guru berbicara, menerangkan secara verbal, memperlihatkan gambar, kemudian murid yang menyimak mencoba mencernanya, sehingga jaringan sinapsis baru bisa terbentuk. Ini repot sekali. Pertama gurunya harus benar-benar menguasai bahan. Kedua, guru harus pintar berkomunikasi dan mengajar. Ketiga, murid harus menyimak komunikasi guru. Keempat, murid harus punya kemampuan membentuk jaringan sinapsis berbasis informasi yang dikomunikasikan guru tersebut. Keempat hal ini tidak selalu jalan secara simultan.

Saya teringat saat kuliah di tahun 80an dulu. Kami praktikum pemrograman komputer. Saya harus membuat program berbahasa Fortran, untuk di ubah ke dalam kartu-kartu dengan urutan yang tidak boleh salah. Kartu-kartu ini di feed ke dalam komputer, kemudian hasilnya dicetak ke printout. Masukkan pagi, baru keluar sore atau besok. Kalau tidak jalan, kita harus periksa lagi kartu kita, dan masukkan lagi. Begitu seterusnya. Akhirnya yang berkembang itu bukan ilmu pemrograman tapi ilmu ketelitian mengatur kartu. Untuk membuat komputer bisa melakukan perhitungan rumit, kita butuh waktu berbulan-bulan.

Beda dengan jaman sekarang. Kita bisa dengan cepat memrogram komputer menggunakan integrated development environment (IDE). Bahkan banyak program yang sudah jadi, yang bisa kita install melalui CD atau USB. Dalam waktu 30 menit, komputer baru kita bisa menjalankan aplikasi serumit windows, wordprocessing, spreadsheet, dan Internet browser.

Nah belajar dalam kelas dengan cara konvensional itu sama dengan belajar pemrograman menggunakan kartu. Lama baru pintar. Belajar dengan teknologi digital itu mestinya bisa dipercepat melalui IDE atau bahkan stimulus dari CD dan USB.

Saya pikir teknologi digital harus dikembangkan untuk secara efektif menghasilkan stimulus-stimulus pembentukan hubungan sinaptis neuron. Ini bisa berupa games dan aplikasi online. Supaya semakin lama pemakai aplikasi dan games ini, semakin pintar dia. Kasarnya, facebook untuk learning itu wajib dikembangkan. Supaya orang yang FBan berjam-jam itu tambah pintar. Dengan demikian teknologi digital sekaligus melakukan perubahan yang efektif, serta dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.

Jadi ini bukan soal bisa atau tidak. Lebih ke soal usaha kita yang keras untuk mengembangkan aplikasi digital learning.

Kalau ini berhasil maka bangsa kita akan semakin cerdas melalui perluasan teknologi digital.


  1. helmi

    Setuju FB digunakan untuk digital learning. Biar gak disalahin terus: biang perceraian lah, biang kriminal lah, dll….

  2. Pak Armein,

    Aku pernah ikut seminar tentang otak.
    Ketika otak mengalami perkembangan (pembentukan sinapsis baru) yang sangat pesat, seorang manusia akan susah menerima input berupa “nasihat” dalam proses belajar.
    Biasanya yang terjadi adalah “ngeyel” namun punya rasa ingin tahu yang besar.

    Hal yang perlu diwaspadai adalah orang yang dalam kondisi seperti ini sering mencoba hal-hal ekstrem.

    Anak-anak yang otaknya sedang bertumbuh pesat biasanya akan mencoba titik-titik ekstrem batas kesabaran orang tuanya. Kita menyebutnya sebagai “kebandelan anak-anak”.

    Dari situlah anak-anak belajar mengenai batasan-batasan.

  3. Eka Widya

    Teknologi yang memungkinkan kita mendapatkan berita tentang saudara yang jauh dengan menggunakan alat komunikasi adalah?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: