Indonesian Dreams

Beberapa hari lalu saya membaca berita bahwa pengungsi dari Srilanka yang tertahan di Indonesia akan mendapat suaka di Australia. Timbul pertanyaan dalam hati saya, mengapa mereka tidak mencari suaka ke Indonesia? Jangan-jangan Indonesia ini bukan tanah impian? Tidak ada Indonesian dreams?

Mengapa orang asing tidak tertarik untuk hidup di Indonesia? Mengapa kalaupun mereka datang, mereka datang untuk mengeruk kekayaan alam, kemudian pulang membawa kekayaan kita itu?

Berbeda misalnya dengan Amerika Serikat, di tahun 1800an. Amerika dibangun dengan impian pada pendiri, sebagai tanah air yang akan membahagiakan penduduknya. Tempat di mana orang bisa berjuang untuk mencapai impiannya. American dreams. The best country in the world.

Maka reputasi itu meluas ke seluruh dunia. Dan berbondong-bondong orang berusaha berimighrasi ke Amerika Serikat. Ada juga orang Indonesia yang meninggalkan kenyamanan di tanah air, untuk ikut berjuang merebut American dreams.

Dan di sana, mereka berjuang keras, habis-habisan, agar anak mereka bisa tumbuh terhormat. Supaya anak mereka mendapat bagian dari warga negara dari negara terbaik di muka bumi.

Para pengungsi Srilanka itu adalah korban perang saudara Sinhala dengan Macan Tamil. Perlawanan Tamil dipatahkan, dan Tamil kalah total. Maka orang Tamil merasa tidak lagi punya masa depan di Srilanka. Mereka berjuang mencari masa depan. Naik perahu mereka berlayar.

Ke mana? Australia.

Memang lewat Indonesia. Tapi mereka tidak mau tinggal di Indonesia. Mereka mau ke Australia. Indonesia bukan a land of dreams. Australia ya.

Saya tersentak juga. Bukannya saya ingin pengungsi membanjiri Indonesia untuk minta suaka. Kita bakal repot. Tapi saya merasa something is really wrong with this country. Kita tidak punya Indonesian dreams. Kita tidak punya keinginan untuk menjadi a land of opportunities. Kita tidak punya impian untuk menjadi negara terbaik di muka bumi.

Sampai-sampai pengungsi yang desperate pun tidak mau menjadi warga negara kita. Tidak ada orang ingin berjuang, menerobos imigrasi, menyelundup masuk, agar bisa jadi warga negara Indonesia. Ekspatriat yang datang ke sini cuma tertarik dengan imbalan uang, dan kemudian pergi setelah masa kontrak habis. Dan anak bangsa sendiri ingin hidup di negara tetangga, bahkan ke seberang benua. Supaya anak nya nanti bisa hidup lebih baik.

Ini harus berubah. Kita ingin punya Indonesian Dreams. Membangun negara yang menjadi envy dari negara lain. Bukan saja negara yang aman, damai dan sejahtera. Tapi negara di mana kemanusiaan bertumbuh bebas. Negara di mana keindahan kreativitas terus berkembang. Negara di mana orang bisa hidup merdeka menemui jati dirinya. Negara di mana keragaman menjadi sumber kekuatan.

Negara di mana anak cucu kita ada warga negara dunia kelas satu, berkontribusi istimewa bagi peradaban dunia.

Beberapa waktu lalu ada yang meramalkan bahwa abad ini adalah abad Indonesia untuk menjadi negara kaya, negara besar, bahkan superpower. Meskipun pemikiran ini sangat menggoda, tapi saya tidak banyak tertarik. Saat kita mendirikan negara ini dulu, kita tidak ingin menjadi superpower, yang pintar menggertak negara lain. Kita ingin negara yang merdeka. Kita ingin kehdiupan yang cerdas.

Bagi banyak orang di dunia Amerika Serikat adalah negara impian. Saya pernah tinggal sebentar di sana, dan mengakui ini negara yang hebat. Tapi saya melihat banyak sekali masalah kemanusiaan di sana. Orang membayar semua kemajuan sangat mahal. Dengan hidup mereka. Mulai dari hidup eksesif, materialisme, sampai pada konsumtif.

Kita harus membangun Indonesian dreams khas kita. Tidak perlu meniru negara lain. Kita perlu memperjuangkan impian kita akan masa depan dan membayar harganya. Bukan harga mahal pengorbanan kemanusiaan kita, tapi melalui perjuangan, keringat dan mungkin air mata. Tetap tanpa kehilangan makna hidup yang luhur.

Jadi kalau pengungsi cuma menjadikan Indonesia sebagai negara transsit, numpang lewat, maka kita tahu masih banyak yang harus dibangun di negeri ini.

Advertisements

  1. Masih untung ya waktu menjelang selesai sekolah dulu saya sering ditanya teman dan kenalan: “ke mana setelah lulus?” dan saya jawab: “ya pulang ke Indonesia” … Jadi paling tidak waktu itu masih ada Indonesian Dreams bagi sebagian kecil rakyat-nya …

  2. sebenarnya banyak pula warga asing yang tertarik pada indonesia dan ingin tinggal di indonesia secara tulus. Ann Dunham adalah salah satunya. Beliau adalah ibu kandung dari seorang yang saat ini kita kenal sebagai presiden AS. Beliau rela jauh2 dari AS dan menikahi seorang Indonesia karena beliau benar2 mencintai Indonesia secara tulus. Saya percaya “Indonesian dreams” itu ada.

  3. yah pendapat saya tetap sama, karakter seluruh manusia indonesia harus diubah, baik karakter pemerintah maupun rakyat 😀 .

  4. nugie

    Indonesia Dream : Bisa korupsi sepuas-puasnya….. Horeee….. !!!!!

  5. PENGUNGSI SUSAH MENDAPATKAN KEWARGANEGARAAN INDONESIA.. KADANG-KADANG MEREKA SERING DITIPU DI INDONESSIA..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: