Tiga Sikap Penentu Sukses

Besarnya sukses anda dalam hidup ditentukan oleh tiga besar: (1) seberapa besar impian dan cita-cita anda, (2) seberapa besar determinasi dan tekad anda berjalan memperjuangkannya, dan (3) seberapa besar keinginan anda untuk belajar dari hambatan dan kegagalan sepanjang perjalanan.

Kita ingin agar semakin waktu berjalan, semakin dekat kita pada keberhasilan. Semakin lama semakin berhasil. Sayangnya banyak orang menggantungkan keberhasilan hidup pada keadaan, pada orang lain, pada kemujuran. Anda ingin keberhasilan ditentukan oleh tindakan anda sendiri.

Agar hidup anda bisa berhasil, anda perlu memperbesar tiga hal. Tiga hal ini sepenuhnya bergantung pada anda itu.

Pertama, buatlah cita-cita setinggi mungkin. Mimpi sebesar mungkin. Visi sejauh mungkin.

Impian ini bisa apa yang anda hasilkan. Apa yang anda miliki. Apa yang ingin anda capai. Biasanya tiga hal itu serangkai. Apa yang ingin anda capai itu diindikasikan dengan apa yang bisa anda hasilkan. Apa yang anda hasilkan itu membutuhkan apa yang anda miliki.

Anda perlu menuliskannya. Mungkin secara bertahap. Mulai dari impian hidup, impian setiap lima tahun, sampai pada impian setiap tahun. Buatlah itu seperti suatu rencana perjalanan. Perjalanan hidup.

Kedua, anda perlu tekad, determinasi untuk melangkah mencapai cita-cita anda itu. Anda perlu berjuang untuk menjalani perjalanan hidup anda. Bukan sembarangan perjalanan hidup, tetapi perjalanan hidup menelusuri rencana perjalanan tadi.

Saya membayangkan orang yang penuh tekad dan determinasi adalah orang yang terkena sambaran petir. Petir itu menghentakkan, mencharge, memberikan energi dan kekuatan maha besar. Membuat kita seperti tidak terhentikan. Kita melupakan tetek-bengek yang tidak berguna. Kita berjalan penuh fokus.

Ketiga, anda perlu tambah pintar dalam perjalanan, terutama dalam menghadapi hambatan, kemacetan, kebuntuan atau bahkan kegagalan.

Dalam menjalankan rencana sehari-hari, tidak selalu hidup kita berjalan sesuai keinginan. Orang menyebutnya kegagalan. Tapi saya melihatnya lain. Mana bisa perjalanan seumur hidup itu bisa gagal oleh perjalanan sehari?  Demikian juga, tidak bisa suatu kemacetan diterjemahkan sebagai kegagalan mencapai tujuan. Ada hari-hari di mana saya mengalami kemacetan di jalan Pasteur, terutama depan BTC atau depan IPTN. Tapi paling lama sejam kemudian saya sudah tiba di rumah.

Kuncinya adalah kemampuan memanfaatkan semua hambatan untuk berpikir, belajar dan tambah pintar. Setiap rencana yang tidak berhasil merupakan tanda untuk memperbaiki rencana, memperbaiki kemampuan, memperbaiki pengetahuan. Jadi setiap anomali dari rencana adalah peluang. Baik peluang untuk rencana baru (short cuts), atau peluang untuk membuat kita tambah pintar.

Jadi, coba saran saya untuk memperbesar sukses hidup anda. Sukses tambah besar bila impian anda tambah besar, kegigihan anda untuk menjalani jalan sukses tambah besar, dan keinginan belajar dari kegagalan-kegagalan sepanjang jalan  itu tambah besar.

Dan semua itu ada di tangan anda.


  1. anggoro

    Salam kenal Pak Armein, Saya anggoro, mau nanya gmn ya supaya kita bisa punya “mimpi” karena terus terang saya gak punya “mimpi”. bagaimana menciptakan itu ? ambisi tanpa mimpi sia2 saja.
    terima kasih
    Anggoro

    • azrl

      @Anggoro: Well, sabar saja ya. Impian inipun misteri buat saya. Heuristik saya: impian itu sesuatu yang sesuai jati diri/siapa kita, tugas-panggilan kita di dunia, dan kontribusi agar dunia lebih baik. (Eh, ini bukan kakaknya anggodo ya? :-))

      • anggoro

        trus bagaimana kita tahu apa “panggilan” kita di dunia ini pak, terus terang saya punya semangat yang cukup besar, tapi dengan kondisi sekarang (lumayan mapan) saya bingung, ambisi apalagi ya ? yang bisa bikin greget gitu lho…
        Mungkin pak Armein ada kiat2 atau pernah dapet wejangan dari pak samaun atau yang lain yang sudah sangat senior dalam hal ini.
        terima kasih

        Ini Anggoro yang asli pak, yang di singapur itu palsu…:D

      • azrl

        Kalau teladan Prof Samaun itu setelah beliau mapan adalah beliau menghabiskan umurnya, bahkan usia pensiunnya, untuk aktif dan sungguh-sungguh membantu anak didiknya, adik-adiknya menggapai impian mereka. Mulai dari langkah nyata mencarikan uang, membangun jaringan, sampai menyemangati dengan ngopi bareng sore-sore.
        Dan beliau lakukan itu sampai beberapa hari sebelum wafat.

      • anggoro

        ya..saya juga baca di buku “petani silicon” indonesia. benar2 “manusia setengah dewa”..hehe
        matur nuwun pak atas wejangannya, yang jelas memang setelah urusan kita selesai, pikirkanlah masalah orang lain. Kepuasan sejati adalah jika melihat orang lain berhasil. Bukankah bahagia jika melihat orang lain sejahtera dengan demikian bangsa ini menjadi bangsa sejahtera.

        Artikel bapak bagus2, saya suka, matur nuwun




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: