Story Telling

Waktu saya masih kecil, ibu saya sering menceritakan kisah dongeng sebelum saya tidur. Sekarang saya menyadari, saya sangat beruntung. Karena melalui dongeng itu saya bisa belajar banyak hal. Bahkan saya pikir, anda baru bisa disebut orang terpelajar bila anda bisa mendongeng.

Sekitar dua tahun lalu saya menemukan sebuah artikel tentang dongeng. Atau cerita nyata yang di cerita ulang. Di kisahkan. Biasanya saya tidak menganggap bercerita itu penting. Saya pikir itu hanya untuk urusan anak-anak. Tetapi artikel itu membukakan mata saya betapa hal ini perlu dikuasai.

Saya kemudian memberanikan diri bercerita pada suatu acara resmi.

Ceritanya Fakultas seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB merayakan dies natalisnya, sekitar Desember 2007. Saya diminta membuat makalah dan presentasi. Terus-terang saya bingung. Saya sudah cukup terlatih membuat makalah ilmiah, dan memberikan presentasi ilmiah. Tetapi berbicara di depan orang seni itu pasti berbeda.

Saya kemudian memutuskan untuk membuat makalah saya dalam bentuk cerita.

Di situ saya bercerita sepuas-puasnya. Seperti mendongeng. Ada cerita jaman dahulu kala, sampai cerita masa kini. Sejarah teknologi, dan teknologi informasi untuk seni.

Ini menjadi sangat menyenangkan untuk saya. Tidak ada rasa takut. Karena namanya juga mendongeng. Tidak ada judgement di situ. Tidak ada yang perlu dipertahankan. Tidak perlu di debatkan. You don’t argue with a story teller.

Dan presentasinya pun berjalan dengan lancar. Saya tidak perlu menggurui. Tidak perlu memberikan prinsip-prinsip. Tidak perlu memberi penjelasan. Tidak perlu membuat pernyataan yang kontroversial.

I just told stories, the way I saw the world.

Saya coba lakukan juga dalam kuliah. Tidak mudah memang. Karena ini berarti saya harus mencari berbagai metafora. Saya harus tahu sejarah dari topik tersebut. Tapi it is worth doing.

Guru yang baik adalah guru yang bisa menjelaskan materi sehingga murid mengerti. Tetapi guru yang istimewa itu bercerita sehingga murid bisa menarik pelajaran dari cerita itu.

Bila demikan halnya, maka inipun berlaku bagi murid. Murid yang baik adalah murid yang bisa menjelaskan materi dengan baik, misalnya dalam ujian. Tapi murid yang istimewa adalah murid yang mengarang cerita, dari perspektif dia, yang mengandung pengertian yang baik mengenai penguasaan materi.

Dengan kata lain, anda baru terpelajar, terdidik, kalau sudah bisa mendongeng. Menceritakan ulang menurut versi anda.

Kalau saya pikir-pikir, bisa saja ibu saja mengkotbahi saya tentang nilai-nilai, daya juang, prinsip hidup, aturan moral. Saya pasti dengar, tapi yakin kemudian saya lupa. Tapi bahwa nilai-nilai itu tertanam dalam hati saya, mesti karena dongeng sebelum tidur.


  1. Ibu saya juga sering mendongeng ketika saya kecil 🙂 Ada serial Kancil dan Ucil yang inspirasi tokohnya berasal dari karakter kakak saya dan saya. Seru!!!

    Dosen saya juga kalau menceritakan math dengan metafor. Cerita fold dengan analogi selimut disibak atau dipotong, tapi entah kenapa imajinasi saya selalu buntu ketika berhadapan dengan statistika 😦

  2. Wih, Bapak memang dosen saya yang paling keren 😀

    “Saya coba lakukan juga dalam kuliah. Tidak mudah memang. Karena ini berarti saya harus mencari berbagai metafora. Saya harus tahu sejarah dari topik tersebut. Tapi it is worth doing.

    Guru yang baik adalah guru yang bisa menjelaskan materi sehingga murid mengerti. Tetapi guru yang istimewa itu bercerita sehingga murid bisa menarik pelajaran dari cerita itu.”

    Bapak betul sekali. Saya tak pernah tertarik dengan pelajaran PSD *hehe* but somehow saya selalu semangat datang ke kuliah PSD Bapak karena saya suka mendengar Bapak mendongeng.

    Nilai-nilai yang Bapak dongengkan waktu itu, selalu ada di memori saya. TFS! 😀

  3. Bercerita merupakan bagian dari seni. Tidak semua orang bisa melalukannya, diperlukan latihan dan wawasan yang luas, serta improfisasi yang baik. Bagi kaum hawa ini merupakan chemstry tersendiri.

    Salama Hangat




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: