Social Entrepreneurships

Mendorong entrepreneurships itu memang mulia. Kecuali satu: yang menjadi makmur itu cuma segelintir pemiliknya. Oleh sebab itu ada konsep entrepreneur sosial. Social entrepreneurships.

Entrepreneur itu orang yang membangun bisnis baru. Biasanya dia punya ide produk, jasa, serta tahu siapa pelanggan dan siapa pemasok. Maka diapun membangun usaha baru berdasarkan pengetahuannya itu.

Nah kalau dia sukses mendapatkan investor, maka usahanya berjalan. Iapun merekrut pegawai untuk bekerja. Jika semua belangsung menurut business plan, maka ia menjadi kaya.

Masalahnya yang menjadi kaya itu dia sendiri. Pegawainya tidak. Dan ini sesuai dengan konsep ekonomi (barat?) yang mengasumsikan bahwa hanya akan ada 20% orang kaya, sedangkan 80% akan tetap miskin. Ini sesuai dengan prinsip Pareto.

Ekonomis jenius macam Prof. Muhammad Yunus berpikir lain. Menurutnya, semua bisa kaya. Untk itu ia menerapkan konsep social entrepreneurships. Ini adalah konsep dimana sang entrepreneur mempelajari masalah sosial, kemudian membangun bisnis dengan prinsip entrepreneur untuk kemudian mengatasi masalah sosial tersebut.

Ambil contoh apa yang dilakukan Prof. Yunus. Ia memberikan dana modal kepada ibu-ibu trumah tangga. Untuk berbisnis apa saja. Mulai dari jualan telor rebus, beternak sapi, bisnis ojek, sampai wartel berjalan.

Dan uang yang dipinjamkan itu mendapatkan return yang cukup tinggi. Misalnya, pinjaman modal Rp. 100.000 dikembalikan dalam sebulan Rp. 110.000. Maka returnnya adalah 10% perbulan. Alias 120% setahun. Tinggi sekali bukan? Tapi peminjam tidak keberatan membayar, karena Rp 10.000 tersebut kecil ukurannya. Terjangkau untuk mereka.

Nah kalau ada 1000 peminjam, dana Rp. 100 juta bisa berkembang besar dengan return 120% pertahun tersebut.

Cuma kalau sudah ada 1000 peminjam, mereka mau bisnis apa?  Nanti mereka saling bersaing. Dan bukan saja tidak bisa bayar bunga, modal mereka bisa habis.

Maka Prof Yunus merancang usaha yang lebih besar. Misalnya, ia menanamkan modal jutaan dollar untuk membangun pabrik es krim yogurt. Pabrik ini butuh susu segar setiap hari. Susu itu dipasok oleh entreprenur yang beternak sapi. Sapi diberi makan dari bisnis pakan ternak. Susu dikirim oleh entrepreneur yang berbisnis transportasi. Sapi dibeli dari bisnis peternak sapi unggul. Dengan demikian para wiraswasta kecil itu hidup terus.

Nah, supaya pabrik hidup, es krim nya harus laku dijual. Yunus menjualnya ke anak-anak sekolah di kampung. Anak-anak para entreprenuer itu. Jadi uangnya berputar-putar di situ.

Mengapa dijual ke anak-anak?  Yunus memastikan bahwa es krim yogurt itu mengandung semua vitamin dan gizi yang diperlukan anak-anak untuk tumbuh sehat. Jadi dengan jajan es krim ini, kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi.

Solusi jenius macam ini mampu dihadirkan para social entrepreneurs.

Saya pikir kita semua yang ingin jadi wirausahawan perlu serius mempertimbangkan konsep social entreprenurships. Ini tidak saja akan membuat kita kaya, tapi kita kaya melalui mengkayakan orang lain.

Hidup bisnis kita jadi lebih bermakna.


  1. kaya dengan miskin itu menurut saya relatif. Relatif diperbandingkan terhadap apa?

    Di USA (yang notabene negara barat) UMR nya 7 dollar / jam (70.000 rupiah/jam). Sudah bisa dapat penghasilan kotor 11 juta rupiah / bulan. Bagi saya, orang-orang di USA sudah sangat kaya (apabila diperbandingkan dengan orang-orang rata-rata di Indonesia). Mereka selalu berkecukupan, bahkan berkelimpahan. Tapi mereka sendiri mengaku “miskin”. Hahaha..mungkin beda ya miskin a’la Indo dengan miskin a’la USA. Atau kalo secara kasat mata, tidak begitu terlihat perbedaan antara orang yang benar-benar kaya-raya, dengan orang yang pas-pasan.

    Anyway, ide Social Enterpreneurships ini bagus ya. Harus diterapkan secara umum😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: