Sumber Stress Masa Kini

Sumber stress utama masa kini adalah kita memikul beban dan tanggungjawab terhadap sesuatu hasil yang bergantung orang lain.

Entah mengapa, kita selalu ingin agar orang lain begini, begitu. Suami atau istri kita harus begini atau begitu. Anak kita atau orang tua kita harus begini dan begitu. Rekan sekerja kita, anak buah kita, boss kita, harus begini dan begitu.

Pokoknya kita ingin orang lain nurut sama kita. Nurut standar kita. Nurut instruksi kita. Kalau tidak, maka kita stress. Karena kita pikir standar kita sudah paling bagus. Instruksi kita sudah paling tepat. Kehendak kita sudah paling baik. Jadi kalau meeka tidak nurut, maka masalah yang terjadi. Bencana yang terjadi. Kekacauan yang terjadi.

Dan kita stress.

Saya pikir kita tidak boleh begitu. Kita berhadapan dengan manusia, yang punya kehendak sendiri. Yang punya keinginan sendiri. Yang punya cita-cita sendiri. Yang punya cara sendiri. Jadi mereka punya kecenderungan untuk tidak ikut kehendak kita.

Jadi bagaimana dong?

Kita harus pindah fokus pada hal-hal yang ada dalam pengaruh kita. Kita hanya bisa mengendalikan diri kita. Maka daripada bingung dengan orang lain, kita perlu membenahi diri kita. Kita perlu meningkatkan kemampuan diri. Kita perlu memberi yang terbaik untuk orang lain. Jadi yang kita urusi, yang kita atur-atur, adalah diri sendiri.

Jaman sekarang kita tidak bisa lagi memaksa orang lain. Kita perlu apa yang disebut soft power. Dan dasar dari soft power adalah resonansi. Kita bergetar pada frekuensi yang sama dengan orang lain sehingga mereka ikut bergetar. Kita perlu memikirkan, mengucapkan, dan bertindak hal-hal yang bisa membuat orang lain tertarik untuk ikut melaksanakannya. Dan ini membutuhkan kemampuan kita untuk mengerti frekuensi orang lain, dan menyesuaikan frekuensi kita, agar bisa ikut beresonansi.

Jadi saat berinteraksi dengan orang lain, cari apa yang bisa menggetarkan. Dan kita berusaha agar diri kita bisa bergetar, sehingga getaran kita bisa beresonansi.

Oleh sebab itu, kita perlu berusaha untuk tidak terlalu memikirkan mengapa orang lain tidak nurut sama kita. Tidak ikut kehendak kita. Itu selalu membawa masalah. Membawa stress dalam hidup kita.

Lebih baik kita memindahkan keinginan untuk menguasai orang lain itu menjadi keinginan menguasai diri sendiri. Melatih diri agar berdisiplin menekuni tugas dan bagian kita. Agar kita berguna untuk orang lain. Dengan demikian maka orang lain akan terdorong untuk ikut bekerjasama dengan kita tanpa dipaksa. Bisa saja orang lain ada orang yang tetap tidak cocok. Tidak apa-apa. Kita fokus saja pada mereka yang cocok.

Either way, bebas stress.


  1. Ayo Pak, sesama blogger, kita samakan frekuensi… 🙂

  2. wah pak, benar2 post yang saya butuhkan.
    terima kasih 🙂

  3. emilholic

    terima kasih pak sangat inspiratif…

  4. “..Karena kita pikir standar kita sudah paling bagus..”

    Mungkin lebih tepatnya kita pikir standard kita adalah yang terbaik untuk diri kita sendiri. Terkadang kita tidak mampu mengerjakan standard lebih tinggi, atau tidak mau ikut standard yang lebih rendah.

    Tapi, saya setuju yang bagian ini:

    “Kita perlu memikirkan, mengucapkan, dan bertindak hal-hal yang bisa membuat orang lain tertarik untuk ikut melaksanakannya.”

    Betul itu, karena kalo kita paksa-paksa orang lain ikut keinginan kita, yang ada malah mereka menjalankannya tidak sepenuh hati, melainkan karena terpaksa. Akibatnya, hasil tidak tercapai dengan optimal.

    Beda dengan kalo orang lain kita “bujuk” perlahan-lahan dengan membuat mereka tertarik.

  5. Stress yang sehat adalah stress yang berhubungan dengan “survival”.

    Kalau kita stress karena orang lain tidak mau nurut keinginan kita, itu artinya stress berlebihan.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: