Pemampatan

Segala yang bernilai itu merupakan hasil pemampatan. Kalau anda ingin produktif, sukses bisnis, kaya, dan banyak duit, anda perlu belajar melakukan pemampatan. Pemadatan.

Produk yang kita beli adalah hasil pemampatan. Layanan yang kita bayar itu adalah hasil pemampatan.

Apa maksudnya?

Ya memang, kita ingin memperoleh sesuatu yang berguna. Yang bisa kita manfaatkan. Yang bisa kita konsumsi.

Sesuatu itu bisa dibuat sendiri atau dibuat orang lain. Kalau dibuat orang lain, kita harus beli. Kita harus bayar.

Jelas anda baru banyak duit kalau sesuatu yang anda buat itu diminati banyak orang sehingga mereka mau beli dari anda, bukan?

Persoalannya bagaimana membuat sesuatu yang diminati banyak orang itu? Bagaimana bersaing dengan sesuatu buatan orang lain?

Jawabnya: anda harus memampat sehingga menjadi sesuatu itu. Dan keberhasilan kompetisi sesuatu itu adalah dari seberapa jauh anda memampatkannya.

Memampat artinya mengumpulkan unsur-unsur yang diperlukan dan berguna itu dari mana-mana, kemudian ditata rapi sehingga terkumpul, perpampat, terpadatkan di dalam suatu kemasan.

Saya ambil contoh air dalam kemasan, seperti aqua.  Air itu berguna. Tapi belum merupakan produk. Pada saat ia dikumpulkan dari mata air di sebuah gunung, dibawa ke pabrik aqua, di sterilkan, diberi mineral, ditata, dikemas dalam gelas atau botol, kemudian di kirim ke warung, barulah ia menjadi produk. Nah ini proses pemampatan. Air yang tersebar di mana-mana, dipampatkan menjadi aqua botol atau gelas di warung.

Kemudian, pemampatan tidak berhenti di situ. Kita bisa memampatkannya, baik dari segi ukuran, berat, energi, sampai pada harga.

Misalkan, anda perhatikan bahwa harga air dalam satu galon itu memang lebih mahal dari pada air dalam satu aqua gelas, bukan? Tetapi harga per cc, per mililiter pada kemasan kecil itu lebih mahal ketimbang pada kemasan besar. Ini contoh semakin ia terpampat, semakin mahal harganya.

Kalau demikian, apa prinsip pemampatan?

Ada dua. Pertama, kita harus mencari apa yang redundan, berlebihan, kemudian kita hilangkan. Jadi apa yang merupakan duplikasi bisa kita buang.

Kedua, apa yang tidak penting, atau tidak relevan, kita buang juga.

Jadi memampat adalah menata (membuat teratur) sehingga redundansi dan irevansi diminimalisasi.

Menurut insider story, tim enjinir Apple berdebat keras saat mendesain Ipod, pemutar musik mp3 digital. Mereka ingin produk mereka se-elegan mungkin. User interface nya se-sederhana mungkin. Tapi tidak boleh sampai terlalu sederhana. Maka mereka berdebat fitur dan menu mana yang harus ada, mana yang dibuang.

Sampai ke suatu titik, semua sudah puas. User interfacenya jauh lebih sederhana ketimbang kompetitornya sehingga bisa digunakan semua orang. Namun fungsi-fungsi utamanya tetap ada. Ini adalah pemampatan. Hasilnya di pasar? Ipod berhasil membawa pemasukan milyaran dollar bagi Apple.

Jadi, kalau anda ingin membuat sesuatu untuk di jual, misalnya produk atau layanan, maka anda bisa mulai dengan mengumpulkan semua elemen-elemen yang diperlukan, dari mana-mana, dan menatanya secara teratur rapi ke dalam suatu kemasan. Setelah itu habiskan waktu untuk memampatkan kemasan itu. Buang redundansi, dan buang irelevansi. Maka anda akan memperoleh produk atau layanan yang unggul. Seperti Ipod itu.


  1. Toyota bilang : menghilangkan ‘waste’…

  2. Pelajaran yang sangat menarik Pak Armein, terima kasih sudah memberikan pencerahan di siang yang panas ini🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: