Kalau Anda Mati Besok?

Kalau anda tahu besok anda akan mati, apa yang hendak anda lakukan hari ini?

Pertanyaan yang keterlaluan ya?

Tapi itu adalah realitas setiap orang. Kita bisa mati setiap saat. Memang bagus kita tidak mikirin, dalam arti tidak ketakutan menghadapinya. Apalagi kalau kita yakin bakal masuk surga.

Tetapi saya pikir kita tetap perlu meninggalkan sesuatu yang indah bagi mereka yang akan berpisah dengan kita.

Rabu kemarin, Ina dan saya melawat kenalan kami yang sedang kehilangan putera bungsu berusia 6 tahun. Kami tidak bisa menahan airmata melihat kepedihan kenalan kami ini. Rupanya proses sakit sampai meninggal tidak berlangsung lama, sehingga keluarga tidak siap dan tampak terpukul.

Saya hanya bisa berdoa bahwa semasa hidupnya, keluarga ini sudah mencurahkan kasih sayang. Mudah memberikan kata yang manis. Mudah menyampaikan I love you so much. Mudah mengampuni. Mudah minta maaf. Tidak hanya dalam kata-kata, tapi juga dalam sikap, perbuatan, ekspresi, dan pancaran wajah. Setiap hari.

Because we will never know.

Tetapi sebenarnya yang paling menderita adalah mereka yang ditinggal, bukan kita yang pergi. Kita yang mati tidak akan merasakan apa-apa. Minimal, nothing we can do. Tetapi mereka yang ditinggal akan sangat berduka.

Jadi kalau kita sendiri yang akan mati duluan, kita seharusnya lebih menyiapkan mereka bukan? Maksud saya, kitalah yang harus mudah memberikan kata yang manis. Kita yang harus mudah menyampaikan I love you so much. Kita yang harus mudah mengampuni. Kita yang harus mudah minta maaf. Tidak hanya dalam kata-kata, tapi juga dalam sikap, perbuatan, ekspresi, dan pancaran wajah kita kepada mereka. Setiap hari.

Sama seperti bencana gempa. Tidak bisa kita tiap hari sembunyi di tempat perlindungan, dan tidak bekerja. Kita harus mengantisipasi bahwa besok tidak gempa. Tetapi seandainya gempa datang, kita sudah tahu harus apa.

Demikian juga dalam hidup. Tentu kita tidak mengantisipasi besok akan mati. Kita harus terus menghadapi kehidupan dengan optimis dan antusias. Kita harus terus memberikan yang terbaik setiap hari. Tapi kita tidak lupa menyiapkan diri. Berusaha hidup dikelilingi orang-orang yang kita cintai. Mengasihi dan mengampuni dengan mudah.

Jadi kita tidak boleh hidup begitu-begitu saja. Setiap hari harus dijalani semaksimal mungkin. Karena besok bisa tidak datang.


  1. “Jadi kita tidak boleh hidup begitu-begitu saja. Setiap hari harus dijalani semaksimal mungkin. Karena besok bisa tidak datang.”
    Setuju, Pak..🙂 Makanya tiap pagi kita harus berdoa “Terima kasih karna aku masih diizinkan melihat matahari pagi ini.” Kemudian menjalani hari dengan sebaik-baiknya. Hehe..

  2. andriyan

    Ada dua pertanyaan penting dalam hidup yang harus bisa kita jawab pak:
    1. bagaimana kalau kita mati besok?
    2. bagaimana kalau kita hidup selamanya?

  3. setujuuu bgt pak…thanks atas postinganya ya ^_^
    so…hari ini kudu lbh baik dr pada hari kemarin…dan hari esok kudu musti lbh baik dr pada hari ini ya kan pak???

    mencoba menjawab pertanyaannya mas/mba Ardiyan
    1. saat ibadah, ibadahlah dng sekhusyuk-khusyuknya seakan-akan kita kan mati esok….
    2. seandainya kita hidup slamanya…maka bekerja, beramal lah dng sekuat tenaga n semaksimal mungkin seakan kita kan hidup selamanya…

    eh bener ga ya??? klo kurang mohon ditambahin ya….^^
    oiy pak salam kenal ya…:)

  4. When I die, will the world be a better place because I have lived or because I have died?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: